Barakallah fii Umrik: Hukum Ucapan Selamat Ultah & Doa Panjang Umur

Oleh: Beni Jo - 22 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Hukum mengucapkan selamat ulang tahun adalah mubah selama tidak berkaitan dengan hal-hal tercela. Dalam tradisi Islam, kita juga mengenal doa panjang umur.
tirto.id - Banyak orang yang memperingati hari ulang tahun. Salah satu tujuan digelarnya acara tersebut adalah bersyukur kepada Allah SWT. Seringkali juga hal ini disertai ucapan bahasa Arab "Barakallah fii umrik" atau dalam bahasa Indonesia bermakna "Semoga mendapat berkah dari Allah dalam usiamu".

Bagaimana hukumnya jika kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada seseorang? Jika orang tersebut tidak merayakan ulang tahun, atau menganggap hari ulang tahun bukan hari istimewa, salahkah jika kita memberi selamat?

Dikutip dari "
Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun", pada dasarnya segala tindakan manusia tergantung pada niatnya masing-masing. Niat akan menentukan nilai tindakan tersebut.

Selama dianggap tidak bertentangan dengan syariat Islam, semua perkara layak untuk dilaksanakan. Hukum peringatan ulang tahun adalah mubah atau boleh dilakukan.

Mubah sendiri bermakna apabila dikerjakan tidak berpahala dan tidak berdosa, jika ditinggalkan juga tidak berdosa dan tidak berpahala. Hukum ini cenderung diterapkan pada perkara yang lebih bersifat keduniaan.

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa sewaktu sahabat Ka’ab bin Malik menerima kabar gembira dari Nabi Muhammad mengenai penerimaan taubatnya, maka sahabat Thalhah bin Ubaidillah menyampaikan kepadanya ucapan selamat.

Didasarkan pada riwayat tersebut, maka dengan mengqiyaskan masalah ucapan ulang tahun ini dengan perilaku sahabat Nabi berarti hukum ucapan tersebut mubah. Bahkan sebagian ulama mengatakan sunah, namun dengan catatan selama tidak ada hal-hal munkar yang dilakukan di dalamnya.

Doa Meminta Panjang Umur

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Bakroh, dari sang ayah, bahwa suatu ketika ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Muhammad, "Wahai Rasulullah, manusia seperti apa yang dikatakan baik?”

Nabi menjawab, “Yang panjang umurnya, namun baik amalnya.”

Orang itu bertanya kembali, “Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”

Kali ini Nabi menjawab, “Yang panjang umurnya, namun jelek amalnya."

Dari riwayat tersebut, terdapat dalil untuk meminta panjang umur, dengan catatan, umur tersebut digunakan untuk menambah kebaikan, bukan sebaliknya. Selain itu, usia seseorang, kapan ia meninggal, adalah rahasia Allah, sehingga yang bisa dilakukan hanyalah berharap mendapatkan keberkahan dari usia tersebut.

Terdapat beberapa doa meminta panjang umur sebagai berikut.

Allahumma inna nas-aluka salamatan fid-diini, wa ‘aafiyatan fil jasadi, wa ziyadatan fil ‘ilmi, wa barokatan fir-rizqi, Wa taubatan qablal mauti, warahmata ‘indal mauti, wamaghfiratan ba’dal mauti.

Artinya, "Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesegaran tubuh, penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat ketika mati, dan ampunan sesudah mati.

Allahumma inna nas-aluka thulal ‘umuri bith-thaa‘ati wakhtimlanaa bil a’maalish-shaalihati.

Artinya, "Wahai Tuhanku, kami memohonkan kepada Engkau umur panjang, yang selalu digunakan untuk taat [kepada-Mu], dan akhirilah umur kami dengan melakukan perbuatan yang baik."





Baca juga artikel terkait ULANG TAHUN atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Hard News)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight