Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

Nuklir sampai Rasisme: Sebelum Jimmy Carter Jadi Presiden AS
Presiden ke-39 AS, Jimmy Carter, punya perjalanan hidup cukup menarik. Dari mulai teknisi kapal sampai petani sebelum akhirnya terjun ke politik.

Problem Infrastruktur Rezim Erdogan: Keamanan sampai Korupsi
Di samping bermasalah karena pengawasannya kurang ketat, industri konstruksi Turki juga lekat dengan praktik korupsi.

Karut-marut Respons Gempa Turki & Sentralisasi Kekuasaan Erdogan
Kekacauan pada awal penanganan gempa Turki, yang menelan banyak sekali korban, mustahil dipisahkan dari sentralisasi kekuasaan Erdogan.

Spionase Cina di Amerika
Baru-baru ini sebuah balon milik Cina dituding sebagai alat mata-mata di Amerika. Sebelum itu banyak sekali kisah serupa.

Pembakaran Al-Qur'an & Kebangkitan Sayap Kanan di Swedia
Seiring Swedia kedatangan banyak pengungsi, partai sayap kanan ekstrem yang dulu diremehkan karena asosiasinya dengan Neo-Nazi semakin populer

Jejak Jacinda Ardern dan Burnout pada Pekerja Perempuan
Isu Jacinda Ardern dialami banyak perempuan. Mereka burnout, mundur dari pekerjaan, sebab ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga.

Peter Obi, Om-Om Capres Pilihan Kawula Muda Nigeria
Peter Obi (61) dari Partai Buruh menjadi kandidat presiden paling dijagokan oleh kaum muda Nigeria karena proposal kebijakannya dipandang paling progresif.
Didominasi Kaum Muda, Dipimpin Orang Tua, Nigeria Namanya
Usia median penduduk Nigeria adalah 18 tahun namun politikus uzur menguasai pemerintahan, termasuk Presiden Muhammadu Buhari (80 tahun).

Kesetaraan dan Demokrasi dalam Jaz Era Perang Dingin
Dukungan AS terhadap diplomasi jaz mustahil dipisahkan dari konteks gerakan hak-hak sipil untuk mengakhiri segregasi rasial sejak pertengahan abad ke-20.

Jaz, Musik yang Berkembang Bersama Perang
Sebelum Washington mensponsori konser jaz ke luar negeri untuk propaganda, jenis musik itu sudah dipopulerkan di banyak negara oleh musisinya sendiri.
Masuk tirto.id








