Fadrik Aziz Firdausi

Fadrik Aziz Firdausi adalah editor yang berfokus pada bidang sejarah, terutama tema-tema sejarah budaya dan sains. Dua buku Fadrik dalam bidang sejarah yang telah terbit adalah "Njoto: Biografi Pemikiran 1951-1965" (2017) dan bunga rampai "Sehimpun Nama, Sehimpun Riwayat" (2022).

Setelah lulus dari Prodi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia pada 2016, Fadrik bekerja sebagai periset lepas dan kemudian menjadi reporter di Historia.id. Sejak 2018, Fadrik bergabung dengan Tirto.id sebagai reporter kanal Mild Report. Lalu sejak 2020, Fadrik menjadi editor untuk tema-tema sejarah, sains, kesehatan, dan film. Selain itu, Fadrik juga turut mengembangkan podcast sejarah di kanal podcast Insentif Tirto.

Indeks Tulisan

Politik
Rabu, 21 Nov 2018

Eksekusi Mati D.N. Aidit Berasal dari Perintah Soeharto

D.N. Aidit gagal mengonsolidasi kekuatan partai setelah G30S meletus. Ia pun tertangkap dan dieksekusi atas perintah Soeharto.
Musik
Jumat, 16 Nov 2018

Kenapa Banyak Orang Berhenti Mencari Musik Baru?

Survei Deezer menyebut seorang pendengar berhenti mencari musik baru di usia 30. Bukan karena kecintaan pada musik meredup, tapi ketiadaan waktu untuk mengeksplorasi.
Teknologi
Minggu, 11 Nov 2018

Menghidupkan Spesies Punah, Kebutuhan yang Melanggar Etika?

Manakah yang sebenarnya lebih penting, awapunah ataukah konservasi?
Humaniora
Sabtu, 10 Nov 2018

Kebun Raya Bogor, Pusat Ilmu Botani di Dunia

Bogor pernah jadi kota tujuan para botanis dunia berkat kebun raya dan fasilitas riset yang lengkap.
Humaniora
Kamis, 8 Nov 2018

Dullah dan Bocah-Bocahnya yang Melukis Kegetiran Revolusi

Dullah bertahan di Yogyakarta ketika Belanda menyerbunya pada Desember 1948. Ia mengumpulkan anak-anak didik untuk merekam pendudukan Belanda.
Humaniora
Minggu, 4 Nov 2018

Tragedi Berdarah Basoeki Abdullah

Awal November 25 tahun lalu, media massa di Indonesia ramai memberitakan akhir tragis sang maestro pelukis Indonesia, Basoeki Abdullah.
Sosial Budaya
Jumat, 2 Nov 2018

Bagaimana Arab Saudi Ketat Atur Bendera Nasional Bertuliskan Tauhid

Bagi Kerajaan Arab Saudi bendera nasionalnya adalah juga simbol Islam.
Humaniora
Kamis, 1 Nov 2018

Empati Hendra Gunawan kepada Kaum Kere Mewujud dalam Lukisan

Hendra Gunawan muda memilih bunuh diri kelas. Hidup bersama orang-orang kere dan menjadikan mereka inspirasi berkarya.
Pendidikan
Minggu, 28 Okt 2018

Bagaimana Manusia Mencoba Menyangkal Sains

Penerimaan atau penolakan seseorang terhadap informasi saintifik tak selalu berkait dengan latar pendidikannya. 
Humaniora
Jumat, 26 Okt 2018

"Tak Ingin Membebek Barat": Gairah Seni Rupa Indonesia 1930-an

Pada 1930-an, pelukis-pelukis di Bandung dan Batavia berhimpun untuk menggugat aliran Hindia Molek alias Mooi Indie.