Arbi Sumandoyo

Indeks Tulisan

Minggu, 16 Okt 2016

"Dokumen Hilang di Instansi Negara Bukan Hal Baru"

Sudah 12 tahun Munir Said Thalib, aktivis Hak Asasi Manusia, meninggal dunia dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam. Namun, dalang pelaku pembunuhan terhadap Munir belum terungkap hingga saat ini. Ironinya, dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta  kasus kematian Munir justru dinyatakan hilang.
Hukum
Minggu, 16 Okt 2016

Jejak Pembunuhan Munir dan "Ikan Besar" di Singapura

Laporan TPF kasus meninggalnya Munir Said Thalib dikabarkan hilang. Padahal dokumen itu diharapkan ada-ada fakta baru untuk mengusut kasus pembunuhan Munir. Dugaan keterlibatan lembaga negara kembali berhembus.
Minggu, 16 Okt 2016

Kejanggalan Raibnya Laporan TPF Pembunuhan Munir

Kasus pembunuhan Munir masih meninggalkan misteri hingga kini. Dalang pembunuhan masih belum terungkap meski dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta kasus sudah diserahkan pada Juni 2005. Kini, dokumen itu justru dilaporkan hilang. Padahal keterlibatan aktor pembunuh Munir di lembaga negara dipaparkan di dalamnya.
Rabu, 12 Okt 2016

"Biaya Pendidikan Kedokteran Seperti Sudah Tidak Ada Remnya"

Biaya kedokteran terus melambung tinggi dan tidak terkendali. Si miskin pun harus mengubur mimpinya jika ingin menjadi dokter. Padahal, Indonesia harus mencetak banyak dokter yang berkualitas di berbagai penjuru negeri. Apa sebenarnya yang terjadi?
Rabu, 12 Okt 2016

Biaya Kuliah Kedokteran yang Makin Tak Terjangkau

Mahalnya biaya kuliah di Fakultas Kedokteran, baik universitas negeri maupun swasta, membuat anak-anak dari keluarga kurang mampu harus membuang impian jauh-jauh. Biaya kuliah hingga lulus mencapai ratusan juta rupiah. Ikatan Dokter Indonesia pun mendesak pemerintah melakukan amandemen pada Undang-undang Pendidikan Dokter.
Senin, 10 Okt 2016

"Dia Otak Jaringan Penyelundupan Manusia di Indonesia"

Abraham Louhenapessy alias Kapten Bram menyelundupkan imigran gelap melalui perairan Indonesia sejak 1999. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, Kapten Bram diduga sudah menyelundupkan ribuan imigran gelap ke Australia juga Selandia Baru.
Hukum
Senin, 10 Okt 2016

Kapten Bram Memang Tak Ada Matinya

Sebelum ditangkap pada 23 September 2016, Kapten Bram pernah terlibat dua kejahatan serupa pada 2008 dan 2001.
Hukum
Senin, 10 Okt 2016

Skandal Suap Imigran yang Menggoyang Indonesia - Australia

Penyelundupan 65 pengungsi ke Selandia Baru di bawah kendali Kapten Bram membuka skandal suap yang dilakukan Bea Cukai Australia. Penyuapan dilakukan dengan membayar $5.000 kepada para Anak Buah Kapal (ABK) “Andika” jaringan Kapten Bram untuk membawa kembali para imigran ke wilayah perairan Indonesia. Penyuapan mendapat kecaman dunia internasional.
Minggu, 9 Okt 2016

Terhentinya Jejak Kapten Bram, Gembong Penyelundup Manusia

Abraham Louhenapessy ditangkap pihak Kepolisian Indonesia. Sudah tiga kali ia menyelundupkan manusia ke daratan Australia. Pada 2015 ia gagal menjalankan misi saat 65 pencari suaka terdampar di Pulau Rote.
Senin, 3 Okt 2016

"Saya Mungkin Sudah Terlalu Rasional"

Marwah Daud Ibrahim sedang menjadi topik perbincangan. Penulis buku “Agama, Teknologi, dan Masa Depan” itu dipertanyakan kecendekiawanannya karena bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Probolinggo, Jawa Timur. Marwah bahkan menjadi Ketua Yayasan milik Kanjeng Dimas Taat Pribadi yang kini menjadi tersangka otak pembunuhan berencana terhadap santrinya.