Indeks Tulisan
Kepresidenan Habibie: Pemilu, Isu Kudeta, dan Harta Cendana
Dua pilihan yang dihadapi Presiden Habibie yang sama-sama berisiko: agenda politik atau mengatasi keadaan ekonomi.

Hari-Hari Menjelang Soeharto Lengser
Bagaimana sejumlah media cetak menggambarkan hari-hari genting dalam politik Indonesia menjelang kejatuhan Soeharto?

"Kita Enggak Punya Banyak Pilihan Sinetron Bagus"
Persaingan wilayah siar, yang dimenangkan televisi-televisi besar, bikin tayangan hiburan meski seburuk apa pun asalkan diminati pemirsa bakal tetap diteruskan.
Usai Telenovela, Terbitlah Drama India
Serial drama impor membetot penonton Indonesia. Stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan tayangan serupa, dari India hingga Turki, lantaran menjanjikan untung besar.

"Ahok Masih Bisa jadi Gubernur Lagi"
Bila putusan banding tetap kalah, Ahok hanya bisa melanjutkan karier politik lewat Pilkada. Tidak bisa menjadi menteri, apalagi presiden.

"Banyak Serikat Buruh Terlibat Politik Transaksional"
Profesor ilmu politik dari Universitas Oslo, yang mendalami studi Indonesia sejak 1970-an, menyatakan kesempatan politik gerakan buruh terbuang karena mendukung kaum elite parpol, alih-alih membangun aliansi yang otonom.

Ketika Para Elite Serikat Buruh Berselingkuh dengan Parpol
Koneksi elite serikat dan partai politik membuat gerakan buruh mengalami kemunduran. Serikat buruh terjerat politik transaksional.
Menggiring Buruh untuk Membenci Ahok
Pengurus KSPI memobilisasi buruh untuk melakukan gerakan politik di Jakarta. Mereka ikut turun dalam "Aksi Bela Islam" dan mendukung pasangan Anies-Sandiaga.

Buruh Bukan Budak
Pola-pola perekrutan pekerja magang ini diatur secara legal lewat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan 36/2016 tentang Penyelenggaraan Magang di Dalam Negeri. Aturan itu memuat secara eksplisit bahwa para pencari kerja bisa ikut program magang perusahaan di kawasan industri.
Aturan pekerja magang ini kian meneruskan situasi perburuhan di Indonesia dalam rezim pasar tenaga kerja fleksibel, yang membayar upah murah, mematahkan kekuatan serikat buruh, sembari menggenjot produksi perusahaan. Padahal, dalam aturan ketenagakerjaan, status buruh yang rentan diperas tenaganya hanya boleh disalurkan ke bagian penunjang produksi.
Aturan pekerja magang ini kian meneruskan situasi perburuhan di Indonesia dalam rezim pasar tenaga kerja fleksibel, yang membayar upah murah, mematahkan kekuatan serikat buruh, sembari menggenjot produksi perusahaan. Padahal, dalam aturan ketenagakerjaan, status buruh yang rentan diperas tenaganya hanya boleh disalurkan ke bagian penunjang produksi.

"Yang Berpikir soal Pemagangan Begini-Begitu, itu Katrok!"
Praktik magang di pabrik-pabrik kawasan industri dipakai oleh agen penyalur tenaga kerja buat menyuapi perusahaan menerapkan upah murah, sambil memeras tenaga kerja, di bawah rezim pasar buruh fleksibel.
Masuk tirto.id





