Audisi PB Djarum Pamit, YLKI: Mereka Langgar Regulasi

Oleh: Widia Primastika - 9 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Penggunaan logo Djarum melanggar regulasi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012.
tirto.id - Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengungkapkan bahwa penggunaan logo Djarum melanggar regulasi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

“Apa pun alasannya, logo tersebut adalah brand image bahwa produk tersebut adalah rokok, walau berkedok foundation,” ujar Tulus dalam siaran pers yang diterima Tirto, Senin (9/9/2019).

Tulus pun menegaskan bahwa di dunia olahraga, industri rokok adalah industri terlarang. YLKI juga menyoroti sikap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang justru memberi dukungan terhadap audisi tersebut.

“Sekali lagi, audisi untuk mencari bibit unggul di bidang bulu tangkis adalah hal yang sangat positif dan patut diendors. Namun melibatkan industri rokok dan apalagi anak-anak sebagai obyeknya adalah tidak pantas dan melanggar regulasi,” tuturnya.

KPAI sebelumnya melayangkan surat Nomor 1017/19/KPAI/VII/2019 perihal Pemberhentian Audisi Djarum Foundation pada tanggal 29 Juli 2019. Surat tersebut kemudian dibalas oleh Kemenpora yang menganggap bahwa surat tersebut tidak tepat. Kemenpora juga meminta KPAI untuk melaksanakan rapat klarifikasi lanjutan dengan menghadirkan perwakilan instansi berwenang.

Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty, dalam wawancaranya kepada reporter Tirto mengklaim panggilan KPAI dan KPPPA tak digubris oleh Djarum.

PB Djarum memastikan bakal menghentikan audisi pencarian bakat atlet muda bulu tangkis pada 2020. Hal itu disampaikan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin dalam konferensi pers jelang audisi beasiswa bulu tangkis tahap kedua di Purwokerto, Sabtu kemarin (7/9/2019).

"Pada audisi kali ini juga, saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena pada 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum," kata Yoppy sebagaimana dilansir laman pbdjarum.org.

Memang ini disayangkan pelbagai pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik.

Meski demikian, audisi umum 2019 tetap akan dilanjutkan hingga tahap final di Kudus, Jawa Tengah, November mendatang. "Dipastikan [audisi] tahun ini akan jalan terus hingga final dengan segala risikonya, karena tahun ini kami sudah janji kepada semua peserta," jelasnya.


Baca juga artikel terkait PB DJARUM atau tulisan menarik lainnya Widia Primastika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Widia Primastika
Penulis: Widia Primastika
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight