Menuju konten utama

Apa Saja Konsep Aktivitas Pengamatan Kritik Karya Seni Rupa

Kritik seni rupa merupakan analisis dan penilaian terhadap kelebihan maupun kekurangan pada sebuah karya.

Apa Saja Konsep Aktivitas Pengamatan Kritik Karya Seni Rupa
Pengunjung mengamati karya pada pameran “Srikandi Bertaut” di Galeri Dewan Kesenian Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (5/4/2021). ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww.

tirto.id - Salah satu cara mengapresiasi karya seni yaitu memberikan kritik seni. Makna kritik dalam hal ini adalah memberikan tanggapan umum untuk mengapresiasi ide atau gagasan dari karya seni. Kritik tidak terbatas hanya mencari kesalahan, namun turut menunjukkan keunggulan dan beragam kemungkinan yang dapat diambil dalam memperbaiki gagasan yang ditemukan.

Menurut modul Seni Budaya Kelas XII (Kemdikbud 2020), kritik seni rupa merupakan analisis dan penilaian terhadap kelebihan maupun kekurangan pada sebuah karya seni rupa. Melalui kritik seni, kritikus akan merespons, menafsirkan makna, lalu membuat penilaian kritis pada karya seni. Dengan adanya kritik seni, maka dapat membantu penikmat secara umum dalam mengapresiasi karya seni rupa yang dilihatnya

Namun demikian, kritik karya seni memiliki konsep tersendiri. Konsep itu menggambarkan pengetahuan untuk mewakili visual atau makna yang dikandung pada karya tersebut. Di dalam konsep kritik seni rupa meliputi berbagai sisi pengamatan sumber inspirasi, interes seni, interes bentuk, prinsip estetik, struktur, unsur seni rupa, dan gaya pribadi.

Dikutip dari modul Seni Rupa Kelas X (Kemdikbud 2020), berikut penjelasan mengenai konsep kritik seni rupa tersebut:

1. Sumber inspirasi

Dalam kritik seni rupa dapat dijelaskan mengenai sumber inspirasi yang digunakan perupa pada karyanya. Asal inspirasi bisa dari sisi internal dalam diri si perupa, harapan, cita-cita, emosi, intuisi, nalar, dan sebagainya. Sementara itu, sumber inspirasi dari eksternal digali perupa melalui interaksi dengan lingkungan seperti kemiskinan, sosok idola, pesona alam, dan sebagainya.

2. Interes seni

Interes seni adalah daya tarik atau pesona dari karya seni. Ada tiga bentuk dari interes seni yaitu:

  • Interes pragmatis, yakni pesona yang menempatkan seni menjadi instrumen pencapaian tujuan, Contohnya dakwah, politik, dan lain-lain.
  • Interes reflektif, yakni daya tarik dengan menempatkan seni menjadi cerminan realita bersama dunia imajinasi menjadi hal yang ideal.
  • Interes estetis, yakni daya tarik dengan menempatkan seni menjadi nilai keindahan semata.

3. Interes bentuk

Interes bentuk adalah daya tarik seni yang muncul pada wujud visualnya. Ada tiga jenis pesona ini yaitu:

  • Bentuk figuratif, yakni bentuk alami yang secara kasat mata dikenali dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya manusia, tumbuhan, hewan, alam, bulan, dan sebagainya.
  • Bentuk semi figuratif, yakni bentuk yang mendapatkan kreasi atau perubahan dari wujud sesungguhnya. Kreasi bentuk ini bisa berupa deformasi, distorsi, dan stilasi.
  • Bentuk non-figuratif, yakni bentuk-bentuk bermakna yang terlihat tidak alamiah. Bentuk yang muncul merupakan fantasi visual dari perupa.

4. Prinsip estetik

Prinsip estetik memberikan tanggapan berdasarkan prinsip seni rupa yaitu kesatuan (unity), keseimbangan (balance), irama (ritme), penekanan (emphasis), proporsi (proportion) atau keselarasan (harmoni) pada sebuah karya.

5. Struktur seni rupa

Dalam konsep ini, kritik seni rupa menanggapi tentang struktur pembentukan karya. Misalnya adalah unsur seni, prinsip seni, tema, gaya, dan media--seperti bahan, alat, dan teknik.

6. Unsur seni rupa

Kritik seni rupa turut memberikan tanggapan pada unsur-unsurnya yaitu garis, raut (bidang dan bentuk), ruang, tekstur, warna, dan gelap terang. Hal yang dibahas dapat mengambil sudut pandang sisi kualitas visual pada karya.

7. Gaya pribadi

Setiap perupa memiliki gaya berkaryanya sendiri. Dalam melakukan kritik

seni rupa, sisi ini menanggapi pada cara perupa menuangkan ekspresi pada karya yang dibuatnya. Gaya tersebut dapat berupa realisme, naturalisme, ekspresionisme, impresionisme, dadaisme, kubisme, atau abstrak.

Baca juga artikel terkait SENI RUPA atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Alexander Haryanto