Menuju konten utama

Apa Itu Tranq? Narkoba Zombie AS: Ini Bahaya dan Dampaknya

Mengenal apa itu tranq, narkoba zombie di AS. Apa bahaya dan dampaknya?

Apa Itu Tranq? Narkoba Zombie AS: Ini Bahaya dan Dampaknya
ilustrasi pembunuhan.foto/shutterstock

tirto.id - Tranq atau dikenal dengan istilah narkoba zombie sedang merebak di AS. Bahkan, Dr. Rahul Gupta, Direktur ONDC (Office of National Drug Control Policy) menyebut kasus narkoba zombie sudah ada di 50 negara bagian Amerika Serikat.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS dilanda masalah narkoba zombie. Zat xylazine banyak ditemukan dalam obat-obatan terlarang, hingga mengakibatkan kematian setelah mengalami overdosis. Bahkan, pemerintah Jo Biden telah menetapkan kasus ini sebagai ancaman negara.

FDA (Food and Drug Administration) pada 28 Februari 2023, telah membatasi impor zat xylazine. Tindakan ini diambil demi mencegah obat tersebut memasuki pasar terlarang AS serta menjaga stok resmi dalam penggunaan untuk hewan.

"FDA tetap prihatin dengan meningkatnya pemakai xylazine yang dicampur dengan obat-obat terlarang. Tindakan ini merupakan salah satu bagian dari upaya yang lebih luas yang dilakukan oleh badan tersebut untuk mengatasi masalah," ucap Robert M. Califf, M.D., Komisioner FDA.

Apa Saja Dampak dan Bahaya Tranq?

Xylazine atau tranq sebenarnya digunakan untuk industri kedokteran hewan dan sering dipakai sebagai obat penenang pada sapi atau kuda. Oleh karena itu, obat ini awalnya bukan termasuk zat terlarang di Amerika Serikat.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan xylazine justru sering dipakai sebagai campuran dalam penggunaan narkoba, seperti fentanil, heroin, dan kokain. Dalam istilah jalanannya, penggunaan xylazine sebagai bahan campuran tersebut dikenal dengan sebutan tranq.

Penggunaan xylazine bisa menyebabkan luka dan jaringan mati yang bersisik atau eschar. Jika tidak diobati, lukanya bisa berakibat amputasi.

James Sherman, dari Savage Sisters Recovery mengungkapkan, banyak pengguna narkoba jenis ini datang ke tempatnya. Mereka dalam keadaan pingsan, beberapa mengalami luka terbuka di tangan, lengan, kaki, dan kepala.

"Jika mereka tidak pergi ke rumah sakit, mereka mungkin akan kehilangan anggota tubuhnya," kata Sherman.

Tracey McCann, 39 tahun, merasakan kengerian yang dahsyat akibat xylazine. Memar yang ia rasakan didapatkan karena suntikan fentanil dan mulai mengeras menjadi lapisan kulit yang berkerak dan menghitam.

"Saya bangun di pagi hari sambil menangis karena lengan saya sekarat," ucap McCann, dikutip New York Times.

Masih menurut sumber yang sama, xylazine terdapat dalam pasokan obat di 36 negara bagian di AS serta wilayah District of Columbia (DC). Di New York City, xylazine juga ditemukan pada 25 persen sampel obat.

Pada 12 April 2023, Presiden AS Joe Biden telah menetapkan kasus xylazine sebagai ancaman negara. Mereka telah mengambil beberapa tindakan untuk mengurangi pasokan fentanil serta zat ilegal lain.

Fentanil selama ini dianggap sudah berbahaya dan sekarang lebih berbahaya lagi karena kombinasi dengan xylazine, hingga menjadi salah satu fokus pemerintah Biden dalam penanganan narkoba di dalam negeri.

CNN melaporkan, kasus penyebaran xylazine pertama kali ditemukan di Puerto Rico pada 2000-an dan kini sudah menjadi masalah besar di AS.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Politik
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Alexander Haryanto