Menuju konten utama

Antisipasi Kemarau, Kemenhut Translokasi 3 Orang Utan Kalimantan

Pemindahan atau translokasi tiga individu orang utan Kalimantan di Kabupaten Ketapang sebagai mitigasi dan perlindungan dari dampak puncak musim kemarau.

Antisipasi Kemarau, Kemenhut Translokasi 3 Orang Utan Kalimantan
Dua anak Orang Utan subspecies Wurmbii (Pongo Pygmaeus Wurmbii) berada di tempat sekolah kawasan Rehabilitasi dan Konservasi Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/3/2025).ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan pemindahan atau translokasi tiga individu orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebagai bentuk mitigasi dan perlindungan dari dampak puncak musim kemarau.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Kemenhut, Murlan Dameria Pane, menjelaskan tim gabungan melangsungkan aksi penyelamatan tiga individu orang utan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, pada Jumat (21/8/2026).

"Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah," ujar Murlan dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Kamis (27/8/2026).

Dia mengatakan tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melakukan pemindahan terhadap orang satu induk betina bernama Mamak Yuni, satu anak jantan bernama Pura dan satu individu orang utan remaja betina Yuni.

Langkah itu dilakukan karena pergerakan satwa menuju area sekitar pemukiman dan perkebunan warga terjadi akibat dinamika kondisi alam musim kemarau di sekitar koridor habitatnya.

Untuk mengantisipasi potensi interaksi negatif serta memastikan kesehatan satwa tetap terjaga, BKSDA Kalbar mengambil tindakan preventif dengan memindahkan orang utan ke area konservasi yang jauh lebih aman.

Sebelum dilakukan translokasi, tim dokter hewan YIARI melangsungkan pemeriksaan medis secara menyeluruh di lokasi. Hasil pemeriksaan menyatakan ketiga orang utan berada dalam kondisi sehat, memiliki sifat liar yang alami, dan sangat siap untuk kembali hidup bebas di kawasan konservasi.

Pada Jumat malam (21/8), setelah menempuh perjalanan terpadu melalui jalur darat dan sungai, ketiga orang utan itu berhasil dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Selain di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan warga Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, terkait ditemukannya satu individu orang utan yang melintas di sekitar perkebunan warga.

Petugas BKSDA Kalbar segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi spasial serta memberikan pendampingan kepada pemilik kebun. Petugas mengapresiasi keaktifan masyarakat yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Kemenhut terus mengimbau masyarakat mengedepankan koordinasi serta pelaporan berkala melalui call center BKSDA setempat apabila menemukan satwa liar yang melintas di sekitar lingkungan permukiman, demi menjaga keselamatan warga sekaligus kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca juga artikel terkait ORANG UTAN

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto