Anak Pendeta Yeremia Minta Kasus Bapaknya Dibawa ke Pengadilan HAM

Oleh: Adi Briantika - 10 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Anak perempuan almarhum Pendeta Yeremia Zanambani, Rode Zanambani minta pengusutan pembunuhan bapaknya dibawa ke pengadilan HAM.
tirto.id - Rode Zanambani, anak perempuan dari almarhum Pendeta Yeremia Zanambani buka suara ihwal kematian bapaknya. Ia menegaskan permintaan keluarga soal pengusutan perkara.

“Kami tidak mau (terduga pembunuh bapak) diadili di pengadilan militer. Kami juga menolak jasad bapak diautopsi, dan meminta supaya kasus bapak bisa dibawa ke pengadilan HAM, supaya kami bisa mendapatkan keadilan,” ucap dia dalam video yang diterima Tirto, Selasa (10/11/2020).

Yohanis Mambrasar, kuasa hukum keluarga korban, menyatakan peradilan umum dalam perkara ini kurang tepat karena pihak keluarga berkaca dari kasus-kasus serupa yang melibatkan personel TNI jadi terduga pelaku. Menurut keluarga, sanksi ringan seperti pemecatan tak cukup dan proses hukum dinilai kurang transparan serta tak berkeadilan.

Sementara keluarga melarang autopsi lantaran takut ada hal buruk yang terjadi jika makam Yeremia digali. “Karena kebudayaan di Hitadipa, kalau orang sudah dimakamkan tidak boleh diangkat lagi. Bila terjadi (autopsi), maka akan ada masalah dalam keluarga,” ucap Yohanis.

Dalam kasus ini beberapa tim dibentuk untuk membongkar kematian Yeremia Zanambani, Ketua Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Hitadipa di Intan Jaya, pada September lalu. Temuan-temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pelakunya adalah anggota TNI.

Pengumuman investigasi pertama disampaikan oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Rabu 21 Oktober lalu. Tim yang bekerja sejak 1-14 Oktober dan mewawancarai puluhan saksi mata ini menyimpulkan ada “dugaan keterlibatan oknum aparat,” kata Menkopolhukam Mahfud MD. Dengan kata lain, berbeda dengan pernyataan petinggi TNI-Polri.

Komnas HAM turut menyelidiki perkara Yeremia dan telah mengantongi beberapa temuan. Salah satunya terkait penyebab kematian sang pendeta.

“Kematian korban bukan disebabkan langsung akibat luka di lengan kirinya ataupun luka tindak kekerasan lainnya. Menurut ahli, penyebab kematian korban karena kehabisan darah,” ucap Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers daring, Senin (2/11).

Lalu siapa pelakunya? Anam bilang terduga pelaku dibagi dua: pelaku langsung dan tidak langsung. Pelaku langsung, sama seperti keterangan Tim Independen Kemanusiaan untuk Intan Jaya, adalah Alpius, Wakil Danramil Hitadipa, yang kerap ditolong sang pendeta bahkan dianggapnya sebagai anak. Sementara pelaku tidak langsung adalah pihak pemberi perintah pencarian senjata yang hilang atau pencarian keberadaan gerilyawan Papua merdeka.



Baca juga artikel terkait PENDETA YEREMIA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Abdul Aziz
DarkLight