Alasan Anies Pilih Dwi Wahyu Sebagai Dirut Jakpro

Oleh: Alexander Haryanto - 11 Juli 2018
Posisi Dirut PT Jakarta Propertindo sebelumnya diisi oleh Satya Heragandhi diganti Dwi Wahyu.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan alasannya mencopot Satya Heragandhi dari kursi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan digantikan dengan Dwi Wahyu Daryoto.

Menurut Anies, alasan pergantian posisi itu adalah untuk penataan aset. Menurut dia, Dwi Wahyu memiliki pengalaman yang cukup baik dalam pengelolaan aset.

"Jakarta ini PR terbesar dari BPK kemarin adalah pengelolaan aset. Nah sekarang kita Alhamdulillah mendapatkan seorang Dirut yang punya pengalaman di bidang pengelolaan aset yang baik," kata Anies di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Sebelumnya, Gubernur Anies melalui Badan Pembinaan BUMD (BP-BUMD) DKI Jakarta melakukan rotasi di jajaran direksi dan komisaris PT Jakpro. Keputusan itu tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Jakpro, Selasa (10/7).

Posisi Dirut PT Jakarta Propertindo sebelumnya diisi oleh Satya Heragandhi diganti oleh Dwi Wahyu. Dwi pernah menjabat sebagai Direktur SDM dan Direktur Manajemen Aset PT Pertamina yang kemudian dicopot pada April 2018.

"Beliau pernah mengelola aset di Pertamina, pernah memimpin di BWC (Bilodeau Wells & Company), salah satu perusahaan konsultan akutansi yang terbaik di dunia. Jadi seorang yang punya 'track record' amat baik," kata Anies.

Sementara untuk Satya Heragandhi, kata Anies, akan ada penugasan baru yang tidak akan jauh dari Light Rail Transit (LRT) karena selama ini yang bersangkutan sering membantu LRT.

"Karena itu tugasnya beliau yang baru seputar LRT. Tapi apa nama posnya, nanti sesudah diumumkan resmi. Pak Satya nanti konsentrasi di LRT Jakarta. Bukan di Jakpro tapi di PT LRT jadi fokus," kata Anies.


Baca juga artikel terkait ASIAN GAMES 2018 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Sumber: antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto