Menuju konten utama

Akui Kuasai Lahan Tambang, Luhut: Saya Dapat Sebelum Jadi Menteri

Luhut mengakui menguasai lahan luas melalui perusahaannya yang bergerak di bisnis tambang batu bara. Namun, dia mengklaim mendapat hak penguasaan lahan itu sebelum menjabat menteri. 

Akui Kuasai Lahan Tambang, Luhut: Saya Dapat Sebelum Jadi Menteri
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjadi pembicara dalam Forum Merdeka Barat 9 di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (18/12/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membenarkan bahwa dirinya selama ini memiliki bisnis batu bara dan perusahaannya menguasai lahan tambang yang luas.

Namun, Luhut mengklaim hak penguasaan lahan tambang itu ia peroleh sebelum menjabat sebagai menteri di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Soal kepemilikan lahan, betul saya punya tambang batu bara. Kan saya dulu pengusaha. Saya dapat itu sebelum saya jadi menteri," kata Luhut kepada wartawan di Kanto Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

"Selama menjabat tidak ada [yang bertambah]. Kalau ada kau ambil saja. Yang saya miliki dulu, ya masih saya pegang sekarang," Luhut menambahkan.

Kepemilikan lahan oleh mereka yang menjadi bagian dari tim sukses Jokowi-Ma'ruf, termasuk Luhut, mencuat usai Debat Pilpres 2019 tahap kedua.

Dalam debat itu, Jokowi mengungkapkan Prabowo memiliki lahan seluas 220 ribu hektar di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektar di Aceh Tengah. Prabowo mengakui hal itu dan menjelaskan bahwa status kepemilikan lahan negara itu ialah Hak Guna Usaha (HGU).

Pernyataan Jokowi itu belakangan menjadi polemik karena BPN Prabowo-Sandi menilai hal itu sebagai serangan ke pribadi saat debat capres. Jokowi bahkan dilaporkan ke Bawaslu karena pernyataan itu.

Akan tetapi, menurut Luhut, membicarakan kepemilikan pribadi tak sepatutnya dipandang hal yang tabu. Luhut beralasan ia mengakui menguasai lahan luas tambang batu bara untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak sedang berpura-pura menjadi pejabat yang bersih.

Informasi mengenai kekayaan pribadi, kata Luhut, memang sepatutnya diketahui masyarakat dan tidak perlu ditutup-tutupi.

"Itu kan public domain. Kalau kau jadi pejabat publik, kamu harus siap orang tahu semua barang kau," ucap Luhut.

Ketika ditanya oleh wartawan mengenai tudingan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) terhadap salah satu perusahaannya yang diduga menyerobot lahan, Luhut membantah hal itu.

Dia mengklaim perusahaannya tidak mungkin melakukan hal seperti itu. "Masa public company bisa begitu. Walhi asal ngomong saja. Suruh ke saya," ujar Luhut.

Terkait kabar bahwa adanya pihak yang menguasai lahan lebih dari ratusan ribu hektar, Luhut tak menampik isu itu. Namun, dia tidak mau menyebut siapa saja pemilik lahan itu.

"Tinggal teliti lagi, saya enggak komentar sekarang mengenai itu, kita lihat aja," kata Luhut.

Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Politik
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Addi M Idhom