Menuju konten utama

Ajang Lari Bandoeng 10K Tuai Kritik, Farhan Janji Evaluasi

Walkot Bandung, Muhammad Farhan, berkata kegiatan lari semacam itu telah menjadi bagian dari identitas dan kondusivitas kota-kota besar, termasuk Bandung.

Ajang Lari Bandoeng 10K Tuai Kritik, Farhan Janji Evaluasi
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (15/4/2026). Foto: Akmal Firmansyah/Tirto.id

tirto.id - Penyelenggaraan ajang lari Bank BJB Bandoeng 10K pada Minggu (17/8/2026), menuai kritik tajam dari publik setelah rekayasa lalu lintas yang disiapkan justru memicu kemacetan parah dan kekacauan di jalanan. Cuplikan video di media sosial memperlihatkan sejumlah pengendara bermotor nekat menerobos barikade penutup jalan saat acara ini digelar.

Menanggapi itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan melakukan evaluasi. Terlebih, rekayasa lalu lintas yang ternyata masih menimbulkan kemacetan di sejumlah titik.

‎“Mohon maaf apabila mengganggu trafik, tapi harap bersabar karena bagaimanapun juga Kota Bandung ini salah satu tempat tujuan wisata, jadi kita harus menjaga keseimbangan kepentingan semua orang,” kata Farhan di Balaikota, Senin (18/5/2026).

Ia menyebutkan kegiatan lari semacam itu telah menjadi bagian dari identitas dan kondusivitas kota-kota besar di Indonesia, termasuk Bandung. Karena itu, pemerintah tetap mendukung penyelenggaraan event olahraga.

Akan tetapi, ia berjanji bakal tetap memperhatikan dampak ke masyarakat. ‎“Kami akan pelajari berbagai macam jalur yang memungkinkan kami bisa tetap lari, tanpa kemudian mengganggu jalur-jalur utama,” imbuhnya.

Ke depan, menurutnya, Kota Bandung yang notabene sebagai salah satu destinasi wisata nasional, mesti mampu menjaga keseimbangan kepentingan seluruh pihak. Baik masyarakat, wisatawan maupun komunitas olahraga.

‎Ia menanggapi berbagai kritik terkait penyelenggaraan event lari tersebut. Farhan menilai dari sisi penyelenggara, pelaksanaan kegiatan sebenarnya sudah berjalan baik, terutama karena event tersebut diikuti pelari nasional dan internasional.

‎“Standarnya sudah bagus, terutama untuk para pelari nasional dan internasional. Karena ini adalah kejuaraan resmi yang memperebutkan nilai untuk kualifikasi berbagai macam kejuaraan,” ucap Farhan.

Tapi, pihaknya tetap mengevaluasi perihal pengaturan dan jalur kegiatan supaya tidak mengganggu aktivitas warga Bandung. Adapun selama ini, pembatasan waktu pelaksanaan telah diterapkan sejak dini hari hingga pukul 05.00 WIB.

‎“Kami sedang mengatur lagi bagaimana caranya agar pengaturan jalan ini tidak kemudian mengganggu masyarakat," sambungnya.

Ia tidak menampik sempat ada ketegangan antara warga yang terganggu dengan para pelari di kawasan Asia Afrika. Farhan memastikan seluruh persoalan ditangani bersama oleh pemerintah dan pihak terkait.

"Jalur-jalurnya juga akan diperhatikan, terutama jalur yang tidak mengganggu aktivitas utama warga,” ujar Farhan.

Baca juga artikel terkait AJANG OLAHRAGA atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama