STOP PRESS! Status Magelang Naik Jadi Tanggap Darurat Bencana

Ahok Janji Pasukan Merah akan Digaji dan Diberi Keterampilan

Ahok Janji Pasukan Merah akan Digaji dan Diberi Keterampilan
Potret kemiskinan di Jakarta. TIRTO/Andrey Gromico.
Reporter: Felix Nathaniel
20 Maret, 2017 dibaca normal 1 menit
Ahok berjanji para anggota pasukan merah, yang bertugas memperbaiki rumah reot di DKI Jakarta, akan digaji dan diberi pelatihan keterampilan pertukangan.
tirto.id - Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjanji para warga yang menjadi anggota pasukan merah mendapatkan gaji dari Pemprov DKI Jakarta.

Anggota pasukan merah ini akan direkrut dari kalangan warga perkampungan di kelurahan-kelurahan di DKI Jakarta. Mereka akan bekerja memperbaiki atap rumah-rumah warga miskin yang sudah lapuk hingga menjadi pelaksana teknis program bedah rumah.

“Iya, nanti teknis bangunan kita akan gaji dari Pemerintah Daerah (Jakarta). Jadi dia (pasukan merah) yang kerja. Bukan kuli ya, gak ada istilah kuli,” kata Ahok di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (20/3/2017).

Ahok mengimbuhkan Mereka yang mendaftar juga akan menerima pelatihan keterampilan pertukangan. Pelatihan itu dilengkapi dengan sertifikasi sebagai syarat pesertanya diterima menjadi anggota pasukan merah.

“(Pasukan merah harus) Punya keterampilan, makanya dia mesti punya sertifikat. Gimana caranya? Misalnya kita mau pasang atap, kita akan kirim dia ke perusahaan atap baja ringan untuk dilatih. Kalau dia gak lolos pelatihan di situ atau dites ga bisa, ya gak diterima,” terang Ahok.

Menurut Ahok, semua anggota pasukan merah harus memiliki keterampilan mumpuni di bidang pertukangan bangunan. Dengan begitu, proses pengerjaan perbaikan rumah tak hanya berkualitas tapi juga lebih cepat selesai.

Hal ini untuk mencegah mandegnya program Bedah Rumah seperti sebelumnya terjadi. Program tersebut, menurut Ahok, dihentikan karena sulit untuk mengukur detail-detail kualitas perbaikan bangunan dan biaya yang diperlukan.

Karena itu, Ahok melanjutkan, mereka yang sudah pernah bekerja di sektor bangunan lebih mudah lolos masuk seleksi pasukan merah karena hanya perlu membuktikan kemampuannya.

Program ini diperuntukkan bagi warga yang terkena penggusuran dan punya rumah di daerah lain. Mereka yang rumahnya sudah lapuk akan diperbaiki dan juga akan diawasi dari segi kesehatannya.

“Yang utama daerah kumuh. Terus kita juga mau pasangin cahaya. Karena TBC (Tuberculosis) ditemukan banyak. Saya datang ke semua tempat itu kena TBC. Kita mau atapnya pun banyak cahaya yang masuk,” kata Ahok.

Sementara Djarot Saiful Hidayat, pasangan Ahok, pada Sabtu pekan kemarin, menyatakan berjanji pasukan merah akan dibentuk segera setelah dirinya menyelesaikan masa cuti kampanye.

Djarot menjelaskan tugas utama pasukan merah ialah, "Tukang bikin atap, diganti (atapnya) pakai baja ringan. Tukang bikin keramik, bikin pelur."

Baca juga artikel terkait AHOK-DJAROT atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - fel/add)

Keyword