Menuju konten utama

Acara Peringatan Untuk George Floyd 4 Juni: "I Can Breathe Now"

George Floyd akan dimakamkan pada 9 Juni 2020.

Acara Peringatan Untuk George Floyd 4 Juni:
Seorang warga lokal berdiri di depan memorial penghormatan sementara kepada George Floyd, di lokasi dimana ia ditahan oleh polisi, di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Senin (1/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria/foc/cfo

tirto.id - Peringatan untuk George Floyd digelar pada Kamis (4/6/2020) waktu setempat. Peringatan tersebut diselenggarakan untuk mengenang George Floyd, yang telah meregang nyawa di lutut polisi Senin (25/5/2020).

“Semua orang menginginkan keadilan,” kata Philonise Floyd, saudara laki-laki George yang dikutip dari NPR, Jumat (5/6/2020). “Kami menginginkan keadilan untuk George. Dia akan mendapatkannya!” tambahnya, yang berbicara di depan peti emas dan karangan bunga, dengan latar tulisan: “I Can Breathe Now.”

Sementara itu, dalam upacara yang diselenggarakan di North Central University, Minneapolis tersebut, Pendeta Al Sharpton yang juga dikenal sebagai aktivis hak-hak sipil mengatakan, bahwa kunjungannya ke tempat Floyd meninggal membuatnya sadar bahwa apa yang terjadi adalah sebuah “penumpasan” atas kehidupan orang Afrika-Amerika.

"Alasan saya berdiri di tempat itu, karena bagi saya kisah George Floyd adalah kisah orang kulit hitam," kata Sharpton dengan penuh semangat, mengutip NPR.

"Karena sejak 401 tahun yang lalu, alasan mengapa kita (orang Afrika-Amerika) tidak pernah bisa menjadi yang kita inginkan dan impikan adalah karena mereka menginjakan lututnya di leher kami."

Dia melanjutkan, "Apa yang terjadi pada Floyd terjadi setiap hari di negara ini, dalam pendidikan, dalam pelayanan kesehatan, dan di setiap bidang kehidupan. Sudah waktunya untuk berdiri dalam nama George, dan berkata ‘lepaskan lututmu dari leher kami!’"

Sharpton juga mengatakan, bahwa dia dan keluarga Floyd akan mengadakan pawai di ibu kota negara pada Agustus mendatang untuk menyerukan keadilan dalam kepolisian dan peradilan pidana. Pawai itu, kata Sharpton, akan menandai peringatan ke-57 “Maret 1963 di Washington” di mana Pendeta Martin Luther King Jr. memberikan pidatonya, "I Have a Dream".

Sedangkan dikutip dari BBC, pengacara George Floyd, Benjamin Crump dalam peringatan tersebut mengatakan bahwa "pandemi rasisme" menyebabkan kematian Floyd.

“Bukan pandemi coronavirus yang membunuh George Floyd. Itu adalah pandemi lainnya, pandemi rasisme dan diskriminasi." Katanya.

Selain anggota keluarga George Floyd, Pendeta Al Sharpton, dan sang pengacara, peringatan tersebut juga dihadiri Pendeta Jesse Jackson, Gubernur Minnesota Tim Walz, Senator Minnesota Amy Klobuchar dan Walikota Minneapolis Jacob Frey, yang membersamai ratusan orang lainnya.

Acara ini memulai serangkaian upacara peringatan untuk Floyd. Selanjutnya, peringatan lain direncanakan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang di North Carolina, tempat Floyd dilahirkan, dan Houston, tempat Floyd menjalani sebagian besar hidupnya.

Selain itu, calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden diperkirakan juga akan menghadiri pemakaman Floyd pada hari Selasa (9/6/2020) mendatang di Houston.

Baca juga artikel terkait GEORGE FLOYD atau tulisan lainnya dari Ahmad Efendi

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Yantina Debora