9 WNA Jamaah Tabligh di Yogya Terindikasi Corona

Oleh: Irwan Syambudi - 23 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sebanyak 15 WNA asal Indiia tergabung dalam Jamaah Tabligh sedang melakukan kegiatan dakwah di Yogyakarta.
tirto.id - Sembilan orang warga negara asing (WNA) asal India yang berada di Yogyakarta terindikasi terpapar virus corona COVID-19 berdasarkan hasil rapid test atau tes cepat. Sembilan WNA asal India itu diketahui tergabung dalam Jemaah Tablig dan sedang melakukan kegiatan dakwah di Yogyakarta.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY Biwara Yuswantana mengatakan sembilan orang tersebut kini telah diisolasi. Biwara mengatakan awalnya terdapat 15 WNA asal India yang telah dilakukan rapid tes, dan hasilnya sembilan orang tersebut dinyatakan reaktif corona COVID-19.

"Pemeriksaan rapid tes hasilnya 9 positif dan yang enam negatif, dilakukan pemeriksaan itu di RS Akademik UGM. Dengan hasil itu kemudian 9 orang dirujuk ke RS Harjolukito," kata Biwara, Kamis (23/4/2020).

15 WNA asal India tersebut kata Biwara beraktivitas dan berdakwah di sebuah masjid yang berada di kawasan Karangwuni, Kecamatan Depok, Sleman. Aktivitas mereka di masjid tersebut sudah sejak satu bulan terakhir.

"Dari informasi mereka beraktivitas keagamaan dari Jemaah Tablig. Yang menerima mereka [di Indonesia] juga dari Jemaah Tablig," kata Biwara.

Dari aktivitas dakwah yang mereka lakukan di sekitar masjid kawasan Karangwuni, sejumlah warga juga akhirnya dilakukan rapid test. Hasilnya sejumlah warga juga ada dinyatakan reaktif Covid-19.

"Lima warga sekitar ada yang positif [Covid-19 dari hasil] rapid test juga," ujarnya.

Saat ini semua yang dinyatakan positif dari hasil rapid test tengah menjalani isolasi. Sementara enam orang WNA India lainnya yang dinyatakan negatif masih transit dan tinggal sementara di masjid untuk nanti disiapkan tempat.

Sebanyak 15 WNA India ini kata Biwara tak dapat pulang ke negara asalnya lantaran India telah menerapkan lockdown. Padahal surat izin tinggal mereka di Indonesia sudah habis sejak pertengahan Maret lalu.

"Karena ada lockdown di India maka mereka tidak bisa pulang sesuai dengan ketentuan. Maka dikeluarkanlah perpanjangan [izin tinggal] sampai menunggu situasi kondusif untuk bisa pulang," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait KASUS CORONA DI JOGJA atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Bayu Septianto
DarkLight