tirto.id - Ketua DPC Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas usai ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026). Berikut lima fakta kasus pembunuhan kerabat John Kei ini.
Nus Kei merupakan salah satu tokoh politik di Kepulauan Kei, Maluku. Ia merupakan calon Bupati Maluku Tenggara dalam Pemilu 2024 lalu.
Akan tetapi, pada Minggu, Nus ditikam oleh orang tak dikenal ketika berada di bandara. Nus disebut baru saja mendarat di Maluku Tenggara pada hari penikaman saat hendak menghadiri agenda internal partai.
Dua jam pasca penikaman, dua terduga pelaku ditangkap polisi. Keduanya adalah HR (28) dan FU (36).
Tewasnya Nus lalu membuat Golkar mendesak pengusutan kasus yang menimpa kadernya ini. Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Umar A. Lessy mendesak kepolisian untuk mengusut kasus ini secara tuntas.
"Kami minta ini diusut tuntas," kata Umar pada Minggu, dikutip dari Antara.
5 Fakta Penikaman Nus Kei Sampai Meninggal
Kasus penikaman Nus Kei ini menjadi buah bibir publik lantaran latar belakang Nus. Ia merupakan tokoh politik, namun juga punya hubungan kekerabatan dengan John Kei, preman kondang di area Jakarta dan Tangerang.
Dalam hubungannya dengan John, nama Nus pernah mencuat karena konflik terbuka keduanya pada 2020 lalu. Perselisihan paman dan keponakan itu disebut diakibatkan ketidakpuasan pembagian hasil penjualan tanah.
Perselisihan itu sempat berubah jadi konflik kekerasan, mengakibatkan satu orang anak buah Nus tewas, dan 30 orang ditangkap polisi setelahnya.
Berdasarkan informasi terkini kasus penikaman Nus Kei, berikut lima fakta yang telah dihimpun terkait kasus tersebut.
1. Nus Kei Ditikam saat Tiba di Bandara Karel Sadsuitubun
Pada hari penikaman terjadi, Nus Kei dilaporkan baru saja mendarat di Maluku Tenggara. Ia baru tiba di Bandara Karel Sadsuitubun setelah melakukan penerbangan dari Jakarta.Peristiwa penikaman terjadi sekira pukul 11.25 WIT. Kala itu, Nus baru saja keluar dari area kedatangan di bandara tersebut.
2. Nus Kei Ditikam Pria Berjaket Merah dan Bermasker
Saat keluar dari area kedatangan bandara, Nus tiba-tiba didekati seorang pria tak dikenal. Pria ini mengenakan jaket merah dan masker yang menutupi wajahnya.Tanpa aba-aba, pria tak dikenal ini menyerang Nus. Ia mengeluarkan senjata tajam dan menusuk Nus di lokasi.
Menurut keterangan Ketua DPP Golkar Dave Laksono, Nus menderita luka tusukan di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.
Keluarga Nus dilaporkan sempat mencoba menyelamatkan korban dari serangan tersebut. Namun, pelaku penikaman memberontak dan berhasil melarikan diri.
3. Korban Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Nus sempat berusaha menyelamatkan diri usai ditikam orang tak dikenal itu. Ia sempat berusaha berlari ke dalam area bandara untuk mencari pertolongan, namun terjatuh di dekat pintu keluar.Melihat Nus tersungkur, petugas bandara lalu menolong Nus. Kerabat John Kei itu juga sempat dilarikan ke rumah sakit.
Akan tetapi, sekitar pukul 11.44 WIT, Nus dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Nyawa korban tak berhasil diselamatkan karena pendarahan hebat dan luka pada organ vital.
4. Dua Tersangka Diamankan dan Motifnya Balas Dendam
Pada hari yang sama dengan hari penikaman, polisi kemudian menangkap dua tersangka pembunuhan Nus. Keduanya adalah HR (28) dan FU (36).Menurut penjelasan Polda Maluku, kedua terduga pelaku ini melakukan aksi penikaman karena balas dendam. Kedua pelaku ini percaya bahwa Nus merupakan otak di balik pembunuhan kerabat mereka.
5. Terduga Pelaku Menyebut Nus Kei Terlibat Pembunuhan di Bekasi
Pembunuhan yang disebut pelaku didalangi Nus itu merujuk pada kasus kematian Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat pada 2020. Kasus tersebut terjadi di Kalimalang, Bekasi, tepatnya di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi.Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































