Sejumlah 13 korban pesawat Lion Air JT 610 yang sudah teridentifikasi pada hari kedelapan operasi pencarian pesawat sudah diserahkan kepada keluarganya masing-masing pada Senin (5/11/2018) malam.

Sebelumnya dilakukan upacara penyerahan jenazah kepada keluarga dilakukan di halaman kamar jenazah oleh Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kombes Pol Edi Purnomo menyerahkan dokumen kematian kepada pihak keluarga korban melalui perantara pihak maskapai penerbangan Lion Air.

Suasana duka terlihat jelas, mata keluarga yang terlihat sembab, manakala setelah menerima dokumen kematian langsung menuju peti yang tertulis nama keluarganya yang menjadi korban.

Peti jenazah sudah terlihat berjajar. Para keluarga mendekati sambil memegangnya serta berdoa dan terlihat menahan tangis.

Kepala Bagian Infodok, Divisi Humas Polri, Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan semua jenazah yang teridentifikasi diserahkan keluarganya.

"Perwakilan keluarga dari ke-13 korban hadir dan menerima jenazah serta surat keterangan kematian," kata Pudjo.

Sementara itu, jenazah dari Niar Ruri Soegiyono (39) yang teridentifikasi melalui sidik jari, jenazah dibawa oleh kakaknya bernama Rini Soegiyono (52).

"Sesuai kesepakatan keluarga, jenazahnya akan disemayamkan di Cirebon," kata Rini.

Almarhum Niar Ruri Soegiyono menjadi korban pesawat Lion Air JT 610 bersama suaminya Andri Wiranofa (41), saat ini jasadnya belum teridentifikasi.

Masa pencarian korban Lion Air JT-610 diperpanjang hingga Rabu (7/11/2018), seperti dikemukakan Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi. Menurut Syaugi, perpanjangan itu dilakukan usai Basarnas mengevaluasi proses pencarian dan mempertimbangkan situasi di perairan lokasi jatuhnya pesawat. Menurut dia, hingga hari ini, tim SAR masih terus menemukan bagian tubuh korban.

Berdasar data Basarnas, saat ini terdapat 138 kantung jenazah berisi bagian tubuh korban yang sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sampai hari ini, baru 14 korban yang jenazahnya berhasil teridentifikasi.