Menuju konten utama

Zulkifli Hasan Janji Bakal Permudah Izin Ekspor

Kemendag siapkan startegi untuk menghadapi perlambatan ekonomi global 2023, salah satunya penyederhanaan regulasi ekspor.

Zulkifli Hasan Janji Bakal Permudah Izin Ekspor
Menteri Perdagangan Zulkfli Hasan hadir dalam pembukaan rapat kerja Bappebti di Kementerian Perdagangan. tirto.id/Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan resmi membuka rapat kerja (raker) tahun 2023 di Lampung pada Rabu (1/3/2023). Di tahun ini, Kementerian Perdagangan mengambil tema “Transformasi Perdagangan Mendukung Pembangunan Ekonomi Bernilai Tambah dan Berkelanjutan”.

Dalam sambutannya, Mendag Zulkifli Hasan mengatakan sektor ekspor Indonesia berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2022, ekspor barang dan jasa tumbuh mencapai 24,49 persen.

Dalam catatan Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia pada 2022 mencapai USD 291,98 miliar, sementara impor mencapai USD 237,45 miliar.

“Nilai ini menjadikan surplus Indonesia pada 2022 tercatat sebesar USD 54,53 miliar atau setara dengan Rp900 triliun. Surplus ini merupakan nilai surplus tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” kata Zulhas di Lampung, Rabu (1/3/2023).

Lebih lanjut, Zulhas mengatakan surplus perdagangan itu tidak terlepas dari kontribusi ekspor ke beberapa negara. Ekspor Indonesia saat ini didominasi oleh tiga negara.

"Nomor satu Amerika, nomor dua India, nomor tiga Filipina. Dengan Tiongkok perdagangan kita besar tapi surplusnya kecil," ujarnya.

Kemudian, dalam upaya untuk menghadapi prediksi perlambatan ekonomi global pada 2023, Zulhas menyampaikan sejumlah strategi yang telah disiapkan Kemendag.

Diantaranya berhubungan dengan penyederhanaan regulasi ekspor serta upaya-upaya mencari pasar-pasar ekspor baru sekaligus menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan negara-negara mitra.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto mengatakan, raker sebagai upaya menyinergikan program kerja Kemendag dengan para pemangku kepentingan sehingga kinerjanya dapat semakin mendukung penguatan perdagangan dalam negeri dan luar negeri.

“Raker dilakukan untuk menyinergikan program kerja Kemendag dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan konsumsi dalam negeri dan percepatan peningkatan ekspor non komoditas,” pungkas Suhanto.

Baca juga artikel terkait ATURAN EKSPOR atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - News
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Reja Hidayat