Menuju konten utama

Zulhas Akui Harga Beras Melambung Imbas Biaya Produksi Naik

Zulhas mengakui, harga beras yang naik saat ini dikarenakan adanya biaya produksi beras yang ikut naik.

Zulhas Akui Harga Beras Melambung Imbas Biaya Produksi Naik
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (tengah) didampingi Ketua Komisi IV DPR Fraksi PDI Perjuangan Sudin (kanan) mengecek kualitas beras saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

tirto.id - Menteri Perdagangan Zulkfli Hasan atau Zulhas mengakui, harga beras yang naik saat ini dikarenakan adanya biaya produksi beras yang ikut naik. Harga beras beberapa hari belakangan terus mengalami kenaikan harga hampir di seluruh wilayah Indonesia.

"Beras itu memang biaya produksi di petani naik," ucap Zulhas saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Zulhas mengatakan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tetapi hingga saat ini masih belum direstui oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

"Bapanas menetapkan HET beras yang naik cuma belum disetujui sama presiden," kata Zulhas.

Zulhas menyayangkan jika harga masih rendah, maka imbasnya akan ke Petani. Namun ia melihat, jika kondisinya saat ini dibandingkan biaya produksi, seharusnya HET tidak di angka Rp9.400.

"Sebenarnya kasihan petani kalau masih rendah tapi memang kondisinya kalau dibandingkan biaya produksi harusnya tidak Rp9.400 lagi, kan itu masih HET lama Rp9.450," ungkapnya.

Sebelumnya, Harga bahan pokok terpantau mengalami kenaikan seperti beras. Hal tersebut terlihat berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), Rabu (5/7/2023).

Beras jenis kualitas bawah I saat ini terus mengalami peningkatan harga. Rerata harganya mencapai Rp12.500 per kg. Padahal, sebelumnya harga beras tersebut menyentuh Rp12.450 per kg.

Harga beras termahal dibanderol Rp15.800 per kg di Kalimantan Selatan. Sedangkan, termurah dipatok Rp9.500 per kg di Kota Blitar. Beras jenis kualitas medium I juga kompak mengalami kenaikan. Rerata harganya mencapai Rp13.550 per kg. Padahal, sebelumnya beras medium dibanderol Rp13.500 per kg.

Harga beras medium paling mahal dibanderol Rp21.900 per kg di Kota Banjarmasin. Sedangkan, untuk yang paling murah dipatok Rp9.900 per kg di Kota Mataram.

Harga beras jenis kualitas super juga ikut mengalami kenaikan. Rerata harganya mencapai Rp14.900 per kg. Padahal, sebelumnya harga super menyentuh Rp14.850 per kg.

Harga beras super paling mahal dibanderol Rp29.250 per kg di Kalimantan Tengah. Sedangkan, untuk yang termurah dipatok Rp11.000 per kg di Kabupaten Lombok Timur.

Baca juga artikel terkait HARGA BERAS NAIK atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Anggun P Situmorang