YLBHI: Kekerasan Anak di Pontianak Momentum Perbaikan Pendidikan

Oleh: Alfian Putra Abdi - 11 April 2019
Kasus perundungan yang berujung kekerasan seksual agar jadi momentum untuk perbaikan sistem pendidikan di Indonesia.
tirto.id - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menilai ketiga tersangka dalam kasus perundungan terhadap siswi SMP berinisial AY di Pontianak belum sepenuhnya memahami kekerasan seksual.

Hal tersebut ditandai dengan ketiga pelaku yang masih bisa bersikap biasa saja, kendati kasusnya sudah menjadi isu nasional.

"Anak-anak ini masih sibuk dengan gadget, itu menunjukan mereka tidak mengerti, seolah-olah tidak mengerti bahwa itu perbuatan yang salah," ujar dia, di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).


Menurut Asfinawati, ketidakpahaman mereka terhadap kekerasan seksual itu dampak dari pendidikan seksual yang kurang baik saat berada di sekolah dan di rumah.

Hal ini, kata dia, jadi alasan penting untuk mengkaji memperbaiki dan ulang sistem pendidikan Indonesia sekarang.

"Nyaris di seluruh sekolah Indonesia tidak mengajarkan tentang kekerasan seksual, cat calling [menganggu keamanan dan kenyamanan] adalah perbuatan yang salah. Tidak mengajarkan bahwa seorang anak mempunyai otoritas atas tubuhnya yang tidak bisa dicampuri," tutur dia.

Menurut dia, perspektif anak-anak dalam proses peradilannya menjadi hal yang penting untuk dilaksanakan, meski ada respons besar dari publik atas kasus ini.

Ke depan, kata dia, orang tua pelaku agar mengevaluasi perilaku anak-anaknya. Menurut dia, perilaku anak tidak terlepas dari orang tua.

"Apa yang sudah kita lakukan, apa yang sudah kita contohkan sehingga anak-anak ini tidak tahu mana batasan yang salah dan benar," ujar dia.



Baca juga artikel terkait KASUS KEKERASAN atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Zakki Amali
DarkLight