Menuju konten utama

Warga Iran Demo Tolak Perjanjian Damai dengan Amerika Serikat

Warga menilai bahwa perdamaian ini tidak sesuai dengan kepentingan Iran dan akan menghilangkan pengaruh Taheran atas Selat Hormuz.

Warga Iran Demo Tolak Perjanjian Damai dengan Amerika Serikat
Asap mengepul dari area di arah Pangkalan Udara Al Udeid, yang menampung Angkatan Udara Emir Qatar dan pasukan asing termasuk AS, di Doha pada 28 Februari 2026, menyusul serangan Iran yang dilaporkan. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dengan penyiar publik Israel melaporkan bahwa pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah menjadi sasaran, sementara republik Islam itu membalas dengan rentetan rudal ke negara-negara Teluk dan Israel. (Photo by MAHMUD HAMS / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Puluhan warga Iran berdemonstrasi di depan Gedung Kementerian Luar Negeri, Masyhad, Iran Sabtu (13/6/2026). Mereka menentang upaya perjanjian damai dengan Amerika Serikat, yang disebut-sebut sudah memasuki tahap final.

Aksi ini dilakukan usai Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membahas kemungkinan penandatanganan perjanjian perdamaian dengan AS dalam sebuah wawancara.

"Matilah Araghchi yang tidak terhormat, penyusup," seruan warga saat melakukan aksi, dikutip dari CBS News, Minggu (14/6/2026).

Aksi ini juga dipicu oleh kesepakatan damai yang digadang-gadang oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan mediator Pakistan saat menghadapi protes keras dari tokoh-tokoh Iran.

Para warga menilai bahwa perdamaian ini tidak sesuai dengan kepentingan Iran dan akan menghilangkan pengaruh Taheran atas Selat Hormuz. Mereka juga menuduh para negosiator Iran telah membuat terlalu banyak konsesi untuk mengamankan kesepakatan tersebut.

Diketahui, dalam sesudah wawancara dengan televisi pemerintah, Jumat (12/6/2026) Araghchi mengatakan bahwa kesepakatan yang ada di meja perundingan menyerukan pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang diberlakukan sebagai tanggapan atas blokade Iran sendiri di Selat Hormuz.

Sementara, Trump dan Pakistan mengatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dapat ditandatangani paling cepat hari Minggu, meskipun Teheran lebih berhati-hati mengenai waktunya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto