Usia Ideal Anak Belajar Puasa dan Tips Mengajarkannya Saat Ramadhan

Oleh: Ahmad Efendi - 5 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Berapa usia ideal anak untuk belajar berpuasa pada bulan Ramadhan? Bagaimana cara mengajari anak belajar berpuasa?
tirto.id - Anak-anak yang belum balig atau mencapai masa pubertas belum diwajibkan berpuasa Ramadhan. Namun, anak-anak juga perlu diperkenalkan dengan ibadah ini.

Lantas, berapa usia anak yang ideal untuk belajar berpuasa?

Idealnya, para orang tua dapat mulai mengajak anak belajar berpuasa saat mereka sudah berusia 7 tahun. Oleh karena masih dalam tahap belajar, anak dapat diajak berpuasa selama beberapa jam saja dalam sehari. Dengan cara bertahap ini, belajar puasa diharapkan tidak memberatkan anak.

Ahli psikologi dari Klinik Tumbuh Kembang Terpadu Pela 9, Wanda Bawono menjelaskan, seorang anak dapat dilatih berpuasa saat ia sudah tahu mana yang boleh dan yang tidak, serta sudah mulai bisa bersosialiasi.

Biasanya, kemampuan itu dicapai ketika anak telah berusia enam hingga tujuh tahun. Selain itu, latihan puasa juga bisa dilakukan ketika anak telah melewati masa balita.

"Mengingat pertumbuhan otak yang optimal terjadi pada usia balita, maka latihan puasa mulai dapat diterapkan ketika anak melewati periode itu," kata Wanda seperti dilansir Antara.

Selain itu, dari sisi kesehatan, dokter spesialis anak konsultan nutrisi metabolik Cut Nurul Hafifah juga mendukung saran bahwa anak bisa diajari berpuasa ketika usia tujuh tahun.

Nurul menjelaskan, puasa dapat mengubah kondisi tubuh anak. Setelah 6 jam berpuasa, tubuh akan memecah cadangan gula dalam tubuh (glikogen) untuk menjaga kadar gula dalam rendah.

Bila puasa dilanjutkan hingga 16 jam, maka perlahan cadangan glikogen akan habis. Lalu, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Protein sebagai zat pembangun tubuh akan diusahakan untuk dijaga dan merupakan komponen terakhir yang akan dipakai bila puasa terus berlanjut.

Semakin kecil usia anak, maka cadangan glikogen yang dimiliki juga semakin sedikit. Maka, bayi dan balita lebih berisiko mengalami hipoglikemia, yaitu berkurangnya kadar gula darah di tubuh.

“Anak yang berusia di bawah tujuh tahun merupakan kelompok yang lebih berisiko mengalami hipoglikemia apabila berpuasa,” jelasnya.


Tips Menganjarkan Anak Berpuasa

Seorang ahli nutrisi dari Malaysia, Prof. Dr. Nurimah A. Karim memberikan sejumlah tips mengenai cara mengajarkan anak berpuasa sebagaimana dilansir laman The Star.

Menurut Nurimah, ketika menjelang masuk bulan Ramadhan, pada orang tua disarankan lebih dulu mengajarkan dasar-dasar ibadah puasa kepada anaknya. Dia memberi tips sebagai berikut.

  • Ajak anak makan lebih sedikit sepanjang hari untuk mengendalikan godaan makan besar
  • Saat Ramadan semakin dekat, kurangi porsi makanan anak dalam sehari
  • Mengurangi porsi bisa menyelaraskan pikiran, tubuh dan nafsu makan anak dengan puasa
  • Secara bertahap kurangi konsumsi garam dan gula anak
  • Konsumsi garam dan gula tinggi bisa membikin rasa haus dan nafsu makan berlebih
Sedangkan saat sudah masuk bulan Ramadhan, berdasarkan penjelasan Nurimah, para orang tua dapat mengajarkan anak untuk berpuasa dengan sejumlah cara di bawah ini.
  • Secara bertahap inisiasi anak ke bulan puasa.
  • Di tahap awal, ajak anak berpuasa hingga jam 10 pagi saja.
  • Lama puasa anak lalu bisa diperpanjang hingga waktu zuhur, lalu asar.
  • Berikan makanan yang tepat bagi anak pada saat sahur.
  • Berikan makanan yang lambat dicerna dan kaya serat, seperti buah dan sayur.
  • Jangan biarkan anak makan berlebihan (saat sahur atau berbuka).
  • Makan berlebihan bisa memicu kembung dan gangguan pencernaan.
  • Hindarkan anak dari makanan pedas, yang bisa memicu asam lambung.
  • Berikan makanan sumber energi dan protein pada anak.
  • Sumber protein yang diperlukan anak, seperti susu, keju, yogurt.
  • Sedangkan sumber energi penting bagi anak, seperti nasi dan kentang.
  • Berikan makanan yang beragam dan kaya vitamin kepada anak.

Baca juga artikel terkait PUASA atau tulisan menarik lainnya Ahmad Efendi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight