Menuju konten utama

Update Persebaran Coronavirus COVID-19 di Indonesia per 19 Maret

Update coronavirus di Indonesia: daerah persebaran COVID-19 per 19 Maret.

Update Persebaran Coronavirus COVID-19 di Indonesia per 19 Maret
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kanan) memberikan keterangan terkait penanganan virus corona di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

tirto.id - Jumlah pasien virus corona COVID-19 di Indonesia bertambah sebanyak 55 kasus pada Rabu (18/3/2020) malam. Hingga Kamis (19/3/2020) pukul 10.00 WIB hari ini, total pasien yang positif COVID-19 di Indonesia menjadi 227 kasus dengan 11 sembuh dan 19 meninggal.

Rincian sebaran wilayah 55 baru kasus tersebut yakni:

  • Banten (4)
  • Yogyakarta (1)
  • DKI Jakarta (30)
  • Jawa Barat (12)
  • Jawa Tengah (2)
  • Sumatera Utara (1)
  • Lampung (1)
  • Riau (1)
  • Kalimantan Timur (1)
  • dari penyelidikan epidemologis dan kemandirian (2).
Untuk jumlah kasus meninggal ada 19 yakni:

  • Bali (1)
  • Banten (1)
  • DKI Jakarta (12)
  • Jawa Barat (1)
  • Jawa Tengah (2)
  • Jawa Timur (1)
  • Sumatera Utara (1)
Sebagai upaya kesiapsiagaan penanganan COVID-19, Pemerintah Indonesia telah menambah 227 RS yakni 109 RS milik TNI, 53 RS Polri dan 65 RS milik BUMN yang tunjuk sebagai pusat perawatan pasien COVID-19.

"Ada 3 RS swasta yang mendedikasikan seluruh kapasitas tempat tidurnya untuk penanganan COVID-19 yakni RS Siloam Kelapa Dua, RS Mitra Keluarga Jati Asih, dan RS Hermina Karawang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto.

Pemerintah juga telah memperluas lokus laboratorium pemeriksa COVID-19 yakni di BBLK Jakarta, Palembang, Surabaya dan Makassar, BBPK Papua, BTKLPP Surabaya dan Yogyakata, Labkesda DKI Jakarta, Lembaga Eijkman, UI, dan Unair.

Selain itu, jejaring laboratorium juga bisa dilakukan untuk pemeriksaan COVID-19 yakni jejaring laboratorium Siloam, jejaring laboratorium Kalbe dan jejaring laboratorium Bunda Group.

Untuk kebutuhan kit pemeriksaan, pemerintah menerima 10 ribu PCR dan sebentar lagi akan ditambah jumlahnya. Kemenkes mulai melakukan kajian untuk melakukan pengujian dengan Rapid Test. Test ini akan menggunakan serum darah yg diambil dari darah dan tidak harus menggunakan lab BSL 2, artinya bisa dilaksanakan di hampir seluruh RS di Indonesia.

Terkait, 71 staf RS Mitra Keluarga yang kontak dekat dengan pasien 01 dan 02, mereka sudah selesai melaksanakan masa observasi selama 14 hari, seluruhnya sehat dan tidak ada yang positif.

Untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19, masyarakat diimbau untuk melakukan self isolated. Selama masa self isolated, pasien harus selalu menggunakan masker, self distancing dengan anggota keluarga, menggunakan alat makan dan minum terpisah, selalu konsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH