tirto.id - Sebanyak 216 siswa SMPN 1 Turi, Sleman yang dinyatakan selamat. Hal itu terkait insiden meluapnya sungai Sungai Sempor, Donokerto, Turi, Sleman, DIY saat para siswa itu mengikuti kegiatan Pramuka, susur sungai.
"Terkonfirmasi luka luka 23, meninggal dunia 7 siswa dan, belum ditemukan 3 siswa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2/2020).
Kini terdapat 21 siswa masih rawat jalan maupun yang sudah dipulangkan. Selain itu terdapat dua siswi yang masih dirawat inap di Puskesmas Turi.
Berdasarkan data korban yang diberikan oleh Wibowo, siswa yang meninggal dunia berusia 13 hingga 15 tahun. Seluruhnya perempuan. Satu siswi telah dimakamkan dan empat lainnya telah dibawa keluarganya.
Operasi Pencarian dan Pertolongan dilanjutkan pagi ini bersama SAR Gabungan..
— BPBD DIY (@Pusdalops_diy) February 21, 2020
Dimulai pkl 07.00 WIB. Dengan fokus penyisiran sungai dari TKP - Hotel Gajah, dengan jarak 25,19 KM dibagi dalam 4 seksi lokasi pencarian.. pic.twitter.com/UZmMzpzWEz
Begitu juga tiga korban hilang, seluruhnya perempuan. Usia mereka 12 dan 13 tahun. Mereka siswi kelas VII.
Pada pukul 07.00 tadi, operasi pencarian dilanjutkan kembali. Sebelumnya, pencarian dihentikan pukul 02.00 dini hari tadi.
Merespons insiden ini, Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka Guritno mengimbau, seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk menguatkan pengetahuan manajemen risiko. Kemudian bijaksana dalam memberikan kegiatan terhadap peserta didiknya.
"Kakak-kakak agar selalu mempertimbangkan berbagai hal dan mengutamakan keselamatan semua peserta kegiatan seperti tertuang dalam SK Kwarnas No.227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka," kata Guritno melalui keterangan tertulisnya, kemarin.
Penulis: Restu Diantina Putri
Editor: Dieqy Hasbi Widhana