Menuju konten utama

Cek Status Kapal Pertamina di Selat Hormuz & Update Lokasi

Update status kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Masyarakat bisa memantau via online lokasi kapal tersebut.

Cek Status Kapal Pertamina di Selat Hormuz & Update Lokasi
Kapal pertamina di selat hormuz, dari rilis PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream. (FOTO/dok. Pertamina)

tirto.id - Dua kapal Pertamina dilaporkan masih tertahan di Selat Hormuz hingga hari ini, Selasa (31/3/2026). Masyarakat bisa turut mengecek status kapal apakah sudah bergerak ataupun masih tertahan secara real time melalui situs web.

Dampak langsung dari eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap jalur distribusi energi global juga dialami oleh kapal milik Pertamina. Hingga akhir Maret 2026, awak kapal dan unit Very Large Crude Carrier (VLCC) milik anak usaha PT Pertamina International Shipping, yaitu VLCC Pertamina Pride dan VLCC Gamsunoro, masih belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia. Penutupan atau pembatasan akses di selat ini terjadi sebagai dampak langsung dari meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk, yang membuat pergerakan kapal pengangkut minyak mentah menjadi sangat berisiko.

Cek Status Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Berikut langkah-langkah untuk cek status kapal Pertamina di Selat Hormuz menggunakan dua platform pelacakan kapal:

1. Cara cek melalui MarineTraffic

  • Buka website atau aplikasi MarineTraffic
  • Pada kolom pencarian (search), ketik nama kapal, misalnya:
  • Pertamina Pride
  • Gamsunoro
  • Klik nama kapal yang muncul di hasil pencarian
  • Lihat informasi utama:
  • Current Position (posisi saat ini)
  • Status (Underway / At Anchor / Not Under Command)
  • Speed & Course (kecepatan dan arah)
  • Reported destination & Matched destination (tujuan)
  • Di bagian “Summary” akan diberikan informasi lokasi kapal secara real time.
Pemantauan Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz
Foto ini menunjukkan halaman di situs web Marinetraffic yang menampilkan lalu lintas kapal komersial di tepi Selat Hormuz. (FOTO/marinetraffic.com)

2. Cara cek melalui MyShipTracking

  • Buka website MyShipTracking
  • Masukkan nama kapal di kolom pencarian
  • Pilih kapal yang sesuai dari daftar
Perhatikan data yang ditampilkan:

  • Latitude & Longitude (koordinat posisi)
  • Navigational Status
  • Destination & ETA (tujuan & perkiraan tiba)
  • Gunakan fitur peta untuk melihat posisi kapal secara real-time
  • Selain di bagian peta, pada bagian “Information” akan diberikan informasi lokasi kapal secara real time.

Update Situasi Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Pertamina melalui pernyataan resmi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pergerakan kapal melintasi selat tersebut, sembari terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan awak dan muatan.

“Kami masih terus memonitor dan berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk kondisi kapal dimaksud,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, kepada Tirto, Selasa (31/3/2026).

“Sampai saat ini awak dan kapal masih belum melintas Selat Hormuz,” imbuhnya.

PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream menyatakan hal serupa. Mereka terus menjaga keandalan distribusi energi nasional dengan memperhatikan dinamika kebutuhan energi masyarakat serta perkembangan kondisi geopolitik global yang turut mempengaruhi sektor energi.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah, kebutuhan energi nasional, khususnya LPG dan BBM jenis gasoline, mengalami tren peningkatan.

Dalam hal ini, dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, turut menjadi perhatian dalam menjaga kelancaran pasokan energi.

Pertamina Patra Niaga terus mengupayakan ketersediaan energi tetap terjaga melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, termasuk optimalisasi distribusi serta diversifikasi sumber pasokan untuk menjaga keberlanjutan suplai energi di berbagai wilayah.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keandalan pasokan energi nasional di tengah dinamika yang ada.

“Kami juga terus memonitor perkembangan situasi global secara intensif dan memastikan seluruh sistem distribusi energi, termasuk dukungan armada logistik dan infrastruktur distribusi, tetap beroperasi secara optimal. Hal ini bertujuan agar pasokan energi tetap terjaga dan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Ega.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia aktif melakukan diplomasi dan komunikasi dengan pihak Iran.

Respons dari pemerintah Iran disebut memberikan “pertimbangan positif” terhadap keamanan pelintasan kapal Pertamina, namun tetap memerlukan kesiapan teknis dari pihak perusahaan, termasuk aspek perlindungan asuransi dan kesiapan operasional kru sebelum pelayaran dapat dilanjutkan.

"Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," terang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Sebelumnya, terdapat empat kapal Pertamina yang terdampak situasi ini sejak konflik dimulai pada akhir Februari 2026. Dua di antaranya, yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon, telah berhasil keluar dari kawasan tersebut pada pertengahan Maret, meskipun kapal tersebut tidak membawa pasokan untuk kebutuhan dalam negeri.

Sedangkan dua kapal yang masih tertahan mengangkut minyak mentah dari Timur Tengah dengan tujuan ke Cilacap, Indonesia dan ke Dubai, Uni Emirates Arab.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra