Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh The Economic Times, Minggu (22/3/2020).

Staf Ratu yang tidak disebut namanya itu jatuh sakit dan dinyatakan positif mengidap virus itu awal pekan lalu, sebelum ratu berusia 93 tahun itu pindah dari istana tersebut untuk melindungi dirinya sendiri.

"Pekerja itu dinyatakan positif sebelum sang Ratu pergi ke (istana) Windsor," kata salah satu sumber, dilansir The Sun yang dikutip Antara.

Istana memiliki 500 anggota staf sehingga tidak bisa dibayangkan kalau ada salah satu yang terkena.

Setiap anggota staf Rumah Tangga Kerajaan yang ada kontak dengan ajudan yang terinfeksi telah diperintahkan untuk melakukan isolasi diri, kata surat kabar itu.

Tidak diketahui seberapa dekat pekerja itu dengan sang ratu saat terinfeksi. Istana mengatakan kepada surat kabar itu bahwa mereka tidak dapat berkomentar jika terkait individu staf.

"Sejalan dengan bimbingan yang sesuai dan proses kami sendiri, kami telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi semua karyawan dan orang-orang yang terlibat," kata juru bicara istana kepada surat kabar itu.

Berita tersebut datang di tengah laporan bahwa ratu berencana untuk pidato di tengah kepanikan nasional tentang peningkatan kematian dan infeksi.

"Suara Yang Mulia akan memberikan jaminan tenang bahwa, pada akhirnya, kita akan melewati ini," lanjutnya.


Sementara itu, kasus virus corona COVID-19 di Indonesia telah menyebar hingga ke 20 provinsi, menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan hingga Minggu (22/3/2020). Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia, menurut catatan Kemenkes adalah 514 orang positif, 29 orang sembuh, dan 48 orang meninggal dunia, hingga Senin (23/3/2020) pukul 09.00 WIB.

Berikut ini persebaran 514 kasus positif virus corona COVID-19 di 20 provinsi di Indonesia:

1. Bali: 3 kasus (2 meninggal)
2. Banten: 47 kasus (3 meninggal)
3. DI Yogyakarta: 5 kasus
4. DKI Jakarta: 307 kasus (29 meninggal)
5. Jawa Barat: 59 kasus (9 meninggal)
6. Jawa Tengah: 15 kasus (3 meninggal)
7. Jawa Timur: 41 kasus (1 meninggal)
8. Kalimantan Barat: 2 kasus
9. Kalimantan Timur: 9 kasus
10. Kalimantan Tengah: 2 kasus
11. Kalimantan Selatan: 1 kasus
12. Kepulauan Riau: 4 kasus
13. Sulawesi Utara: 1 kasus
14. Sumatera Utara: 2 kasus (1 meninggal)
15. Sulawesi Tenggara: 3 kasus
16. Sulawesi Selatan: 2 kasus
17. Lampung: 1 kasus
18. Riau: 1 kasus
19. Maluku: 1 kasus
20. Papua: 2 kasus
21. Dalam proses verifikasi di lapangan: 6 kasus.

Untuk menghambat laju penambahan kasus positif COVID-19, Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, kembali mengingatkan agar masyarakat melaksanakan kebijakan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga kesehatan. Hal ini merupakan langkah efektif untuk menghambat penyebaran COVID19.