Pandemi COVID-19

Update Corona RI 19 September 2022: Kasus Baru 1.620, Meninggal 23

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 19 Sep 2022 17:19 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 baru tertinggi per 19 September 2022 ada di DKI yaitu 626 pasien.
tirto.id - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengumumkan penambahan kasus baru sebanyak 1.620 pasien pada Senin (19/9/2022). Jumlah ini lebih sedikit dari hari sebelumnya, yaitu 1.683 kasus. Total angka COVID-19 sejak 2 Maret 2020 hingga saat ini secara kumulatif sebanyak 6.410.426.

Per hari ini, kasus aktif tercatat sebanyak 1.793 pasien. Sedangkan pada hari sebelumnya, kasus aktif mengalami kenaikan sebanyak 8. Secara kumulatif kasus aktif hari ini sebanyak 26.065.

Kasus kematian akibat COVID-19 bertambah 23 per 19 September 2022. Jumlah penambahan ini lebih banyak dari hari sebelumnya, yaitu 8. Sementara secara kumulatif total kematian akibat COVID-19 sebanyak 157.915.

Angka kesembuhan hari ini bertambah 3.390. Jumlah penambahan ini lebih banyak dari hari sebelumnya yaitu, 1.667. Sehingga total kumulatif kesembuhan sebanyak 6.226.446.

Sementara jumlah spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 61.343. Spesimen tersebut terdiri atas RT-PCR: 12.097, TCM: 107, dan Antigen: 49.139.

Adapun laporan provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi ada di DKI Jakarta yaitu 626 pasien. Diikuti Jawa Barat 313 kasus, Banten 172, dan Jawa Timur 148, dan Jawa Tengah 99.

Sedangkan penambahan vaksinasi dosis pertama sebanyak 16.066, sehingga total kumulatif sebanyak 204.339.563. Penambahan vaksinasi dosis kedua sebanyak 18.526, sehingga total kumulatif sebanyak 170.949.252.

Penambahan vaksinasi dosis ketiga sebanyak 94.159, sehingga total kumulatif sebanyak 62.684.925. Penambahan vaksinasi dosis keempat sebanyak 4.676, sehingga total kumulatif sebanyak 554.430. Sementara pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 234.666.020.


Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Abdul Aziz

DarkLight