Tunggu Pertemuan OPEC, Pedagang Tekan Harga Minyak Dunia

Penulis: Putu Agung Nara Indra, tirto.id - 1 Jun 2016 07:32 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pertemuan OPEC yang akan dilaksanakan pada minggu ini membuat pedagang minyak berhati-hati sehingga menyebabkan harga minyak dunia turun. Pedagang minyak di seluruh dunia kini tengah menanti hasil pertemuan itu sekaligus data ekonomi terbaru Cina sebagai salah satu konsumen energi terbesar di dunia. Pertemuan OPEC besok juga menjadi 'debut' bagi menteri perminyakan baru Arab Saudi, Khalid al-Falih.
tirto.id - Harga minyak dunia dilaporkan turun pada Selasa (Rabu pagi, 01/06/2016 WIB). Penurunan ini terjadi karena para pedagang minyak masih menunggu hasil pertemuan OPEC minggu ini serta data ekonomi terbaru dari Cina.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate, di perdagangan New York, patokan Amerika Serikat (AS), untuk pengiriman Juli, melemah sebanyak 23 sen menjadi 49,10 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea di perdagangan London, untuk penyerahan Juli, turun 23 sen menjadi 49,69 dolar AS per barel.

Pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Kamis, (02-06-2016) esok, akan mengkaji tingkat produksi dan pasar minyak. Hal ini turut memicu perdagangan berlangsung secara hati-hati sembari menunggu hasil pertemuan itu.

Pertemuan OPEC terjadi saat harga minyak mentah telah berbalik naik (rebound) dari titik terendahnya pada Januari yang menyentuh angka 30 dolar AS per barel. Kondisi rebound telah mengurangi tekanan-tekanan pada produsen untuk mengurangi produksi demi menstabilkan harga minyak.

"Ada sedikit harapan bahwa para menteri perminyakan cenderung untuk mencapai sebuah kesepakatan tentang kuota atau pembekuan produksi," ujar analis CMC Markets Michael Hewson. "Namun yang kurang lebih penting, arah perjalanan saat ini untuk minyak yang sekarang terlihat didukung dengan baik sedikit di bawah 50 dolar AS per barel,” imbuhnya.

Pertemuan OPEC pada Kamis esok merupakan 'debut' bagi menteri perminyakan Arab Saudi yang baru, Khalid al-Falih, yang menggantikan Ali al-Naimi pada awal Mei.

Pasar minyak dunia sempat goyah beberapa pekan terakhir karena gangguan produksi di Kanada dan Nigeria, namun produksi di Kanada diperkirakan segera meningkat kembali.

Sementara itu, para pedagang memperkirakan, data manufaktur Tiongkok yang akan keluar pada Rabu, (01/06/2016), akan memberikan momentum untuk pasar minyak. Tren positif dalam pasar minyak dapat tercipta jika data menguntungkan itu bisa menunjukkan kenaikan permintaan minyak mentah di konsumen energi terbesar di dunia tersebut. (ANT)

Baca juga artikel terkait MINYAK atau tulisan menarik lainnya Putu Agung Nara Indra
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Penulis: Putu Agung Nara Indra
Editor: Putu Agung Nara Indra

DarkLight