Tujuh Dekade Enzo Ferrari Menghidupkan 'Kuda Jingkrak '

Tujuh Dekade Enzo Ferrari Menghidupkan 'Kuda Jingkrak '
ferrari laferrari. foto/shutterstock
Reporter: Tony Firman
03 Juli, 2017 dibaca normal 3 menit
Enzo Anselmo Ferrari hanya satu dari sekian para pembuat supercar yang memulai karier dari mimpi masa kecil. Enzo Anselmo Ferrari kecil sangat terpikat dengan balapan mobil saat diajak ayahnya menyaksikan balapan pada usia 10 tahun, hingga membangun supercar berlogo 'kuda jingkrak'.
tirto.id - Saat pizza sudah begitu melekat dengan Italia, supercar Ferrari juga tak terpisahkan dari negara ini. Sepanjang sejarahnya, Ferrari terkenal karena banyak berkiprah dalam gelaran ajang balap, termasuk Formula 1. Sosok Enzo Anselmo Ferrari berada di belakang nama mentereng Ferrari.

Ia lahir di Modena, Italia 18 Februari 1898 saat salju tebal menerjang tanah kelahirannya. Ayahnya memiliki sebuah perusahaan rekayasa logam. Berkat ayahnya lah, Enzo menemukan garis tangannya. Saat menginjak usia 10 tahun, Enzo dan saudaranya Alfredo diajak sang ayah menyaksikan ajang balap motor di sirkuit Via Emilia, Bologna yang ketika itu dimenangkan oleh Felice Nazzaro.

Enzo kecil benar-benar terpikat oleh aksi-aksi balap mobil. Pada 1916-an, Enzo mengalami musibah memilukan. Ayah dan saudaranya meninggal dunia. Kondisi ini memaksa Enzo untuk menghentikan studinya. Lepas dari bangku belajar, Enzo mengadu nasib dengan bekerja sebagai instruktur di sekolah bengkel pemadam kebakaran di kota kelahirannya. Pada masa itu, sedang meletusnya Perang Dunia I. Ini berdampak pada nasib Enzo, pada 1917 ia menjadi tentara Italia dan ditugaskan di Divisi Artileri Alpen ke-3. Namun, tak sampai setahun penuh ia mengidap sakit parah, membuatnya dipecat dengan hormat dari kesatuan.

Setelah pulih, setahun kemudian ia kembali meniti kariernya dengan mencoba mendapatkan pekerjaan ke Fiat yang bermarkas di Turin, tapi kegagalan yang diraihnya. Pada 1918, keberuntungan datang, ia menjadi seorang penguji di sebuah perusahaan kecil di Turin yang mengerjakan Torpedos, sebuah konstruksi yang dipakai di atas sasis ringan truk.

Kariernya mulai menemukan irama dengan hasratnya soal otomotif dan ajang balap. Pada 1919 Enzo pindah ke Milan bekerja di Costruzioni Meccaniche Nazionali (C.M.N). Ia sempat menjadi seorang test driver dan kemudian sebagai pembalap. Debut kompetitifnya dicatatkan dalam ajang balap Parma-Poggio di Berceto di tahun yang sama. Tidak cukup buruk, ia mampu finis di urutan keempat. Kendaraan yang ditungganginya memiliki kapasitas mesin 2.300 CC dengan 4 silinder.

Masih di tahun yang sama ia mengikuti ajang balap lainnya. Tahun-tahun berikutnya karier Enzo dihabiskan dengan menjadi seorang pembalap di banyak ajang yang diselenggarakan. Termasuk menjadi juara di Circuito 2 dengan mobil Alfa Romeo 6C - 1500 SS pada 20 Mei 1928.


Tujuh Dekade Enzo Ferrari Menghidupkan 'Kuda Jingkrak '

Pada 1929, Enzo Ferrari resmi mendirikan Scuderia Ferrari di Modena, sebuah tim yang dibentuknya untuk menopang ajang balap. Ketika itu mobil yang diurusi masih Alfa Romero, hingga pada 6 September 1939 Enzo Ferrari resmi meninggalkan Alfa Romero dan mulai membuat mobil sendiri di bawah tim Scuderia Ferrari di markasnya yang masih bertempat di Modena.

Sebuah proyek bernama Auto Avio Costruzioni membangun dua versi mobil yang dinamai 815, dengan 8 silinder dan kapasitas mesin total 1500cc. Dua pemuda Modena, Alberto Ascari dan Marquis Lotario Rangoni Machiavelli didapuk sebagai joki mobil seri paling awal dari produksi Ferrari sendiri.

Saat Perang Dunia II memuncak dan sedang sengit-sengitnya pada 1943, Auto Avio Costruzioni sampai harus dipindahkan dari Modena ke Maranello. Ini sekaligus memutus seri pertama dari 815 yang terpaksa diistirahatkan. Di markas baru yang menjadi cikal bakal pabrik Ferrari, mereka memproduksi berbagai suku cadang untuk mobil balap.

Pabrik ini juga sekaligus terkena pukulan lagi, bukan dari kompetitor dan masalah internal, melainkan terkena bom dari Perang Dunia II pada 4 November 1944, bahkan terulang kembali pada Februari di tahun berikutnya. Terhitung sejak 1945, Ferrari mulai berfokus kembali mendesain mesin mobil. Ferrari 125 S dengan kapasitas mesin 1.500 CC berkonfigurasi silinder V12 resmi diluncurkan pada 1947 dan menjalani debut pertama di sirkuit Piacenza. Sejak tahun ini, Ferrari sudah menemukan ritme produksi.

Hampir setiap tahun secara rutin mengeluarkan mobil seri terbaru untuk ajang balap. Pada 1950, sembari tetap meluncurkan mobil untuk ajang balap, Ferrari 166 Inter resmi diluncurkan sebagai produk mobil Ferrari pertama yang dipasok untuk kebutuhan non balap, meski masih mengusung konsep mobil sport car. Perkenalan mobil ini praktis menandai langkah pertama perusahaan tersebut memasuki pasar penjualan mobil jalanan yang terus diproduksi hingga kini.

Enzo Ferrari sendiri tutup usia pada Agustus 1988 di Maranello dengan umur sudah mencapai 90 tahun. Pada 2002 sebuah mobil keluaran Ferrari diberi nama Enzo Ferrari untuk mengenang perintis pendirinya. Ferrari SF70H merupakan mobil balap terbaru untuk ajang Formula 1 di tahun ini yang dikendarai pembalap Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen. Scuderia Ferrari masih tetap dipertahankan sebagai tim spesialis yang mengurusi ajang balap Ferrari khususnya di Formula 1.

Sedangkan Ferrari 812 Superfast menjadi seri terbaru dari mobil komersil yang dikeluarkan pabrikan Italia ini. Dengan kapasitas total silinder 6.500 CC dan memiliki 7 langkah percepatan, Ferrari masih tetap konsisten mengusung jenis sport car untuk pasokan mobil komersial ini.

Ferrari yang telah memiliki nama besar di ajang balap juga mengangkat produk Ferrari untuk komersial yang mengalami kenaikan. Autocar menulis pada 2013, sebanyak 6.922 unit  Ferrari mampu terjual di seluruh dunia, terus merangkak naik hingga pembukuan penjualan 2016 lalu mampu mencatatkan pengapalan sebanyak 8.014 unit, tak kecuali di Indonesia.

Di Indonesia hingga Juni 2017, populasi mobil Ferrari di Indonesia mencapai 400 unit. Menurut Arie Christopher selaku CEO Ferrari Jakarta, sebesar 60 persen dari total populasi Ferrari di Indonesia dikuasai oleh Ferrari berkonfigurasi mesin V8, antara lain Ferrari 360, Ferrari f430, Ferrari 458, Ferrari 488 GTB, dan Spider serta Ferrari California T.  Dari sejumlah model Ferrari bermesin V8, tipe 488 GTB maupun 488 Spider menjadi yang paling dominan.

Konsumen Ferrari di Indonesia beragam usia, tercatat pemilik termuda berusia 17 tahun dan pemilik yang paling tua berumur 78 tahun dan rata-rata pembeli mobil berlambang "kuda jingkrak" di Indonesia adalah para pengusaha.

Capaian Ferrari hingga usianya yang sudah tujuh dekade berawal dari pengalaman dan mimpi seorang bocah yang kagum dengan supercar dan balapan. Ini juga dialami oleh Christian Erland Harald von Koenigsegg, berpuluh tahun setelah Ferrari lahir dari tangan Enzo Anselmo Ferrari.

Baca juga artikel terkait FERRARI atau tulisan menarik lainnya Tony Firman
(tirto.id - ton/dra)

Keyword