Menuju konten utama

Trump Ungkap Janji 100 Hari Awal Masa Kerjanya

Presiden baru Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengungkapkan rencana kerja untuk 100 hari awal masa kerjanya. Rencana tersebut meliputi isu-isu imigrasi, transaksi perdagangan dan kebijakan pertahanan.

Trump Ungkap Janji 100 Hari Awal Masa Kerjanya
Donald Trump [Foto/Shutterstock]

tirto.id - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan rencana kerja untuk 100 hari awal masa kerjanya. Rencana tersebut meliputi isu-isu imigrasi, transaksi perdagangan dan kebijakan pertahanan. Trump mempublikasikan rencana kerjanya itu dalam sebuah video yang diunggah pada hari Senin (21/11/2016).

Salah satu yang cukup fenomenal dari rencana kerjanya adalah menarik diri dari negosiasi perjanjian perdagangan Trans-Pacific Partnership. Ia juga akan mencabut pembatasan-pembatasan dalam bidang lingkungan yang sebelumnya diberlakukan oleh Barack Obama. Lalu, Trump meminta satuan keamanan nasional untuk memperkuat diri demi menghadapi serangan infrastuktur.

Terakhir ia menugaskan Departemen Tenaga Kerja untuk menyelidiki visa para pekerja federal dan memberlakukan larangan-larangan baru bagi lobi-lobi yang dilakukan oleh pegawai pemerintah.

Enam hal yang dijanjikan Trump tersebut sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Karena hal-hal tersebut dapat diberlakukan cukup dengan tanda tangan dari Trump dan tidak perlu mendapat persetujuan dari kongres.

Di sisi lain, ia tak menyebutkan hal-hal yang dijanjikannya selama masa kampanye. Di antaranya adalah pembangunan dinding di sepanjang perbatasan AS – Meksiko. Lalu, ada pula janji mendirikan lembaga deportasi, memberlakukan batasan imigrasi baru bagi beberapa negara mayoritas muslim, pencabutan Obamacare, dan menyalurkan uang 1 triliun dolar untuk pembangunan infrastruktur.

Tak seperti hal-hal yang dijanjikannya pada Senin lalu, janji-janji di atas membutuhkan persetujuan kongres untuk bisa diberlakukan secara resmi. Republikan menguasai mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, namun tetap harus berjuang di Senat. Karena Demokrat akan menguasai 48 kursi di Senat, cukup untuk menghalangi rencana-rencana Trump.

Dalam rencana-rencananya, Trump menekankan akan berfokus pada pekerja-pekerja Amerika Serikat. “Baik itu memproduksi baja, membuat mobil, atau menyembuhkan penyakit, saya ingin produksi dan inovasi generasi berikutnya terjadi di sini, di tanah air besar kita: Amerila, menciptakan kekayaan dan pekerjaan bagi pekerja Amerika,” ujar Trump.

Ia juga berkata akan segera menerbitkan pemberitahuan untuk penarikan diri dari Transpacific Partnership (TPP) dan menggantinya dengan negosiasi "transaksi perdagangan bilateral yang adil." Trump berjanji akan menghentikan proses kesepakatan TPP. Padahal, Barack Obama, yang memulai kesepakatan ini, berharap TPP dapat menjadi warisan perdagangan pemerintahannya.

Di bidang imigrasi, Trump berjanji akan menyelidiki semua pelanggaran program visa yang melemahkan pekerja Amerika Serikat. Meskipun begitu, ia tidak menyebutkan hal apapun soal pembangunan dinding di perbatasan Meksiko.

Banyak hal kontroversial yang diucapkan Trump pada masa kampanye, namun kini tampaknya ia mulai bersikap lebih moderat terhadap hal-hal tersebut. Misalnya, dalam wawancara dengan 60 Minutes ia menyatakan mungkin akan mempertahankan porsi-porsi kunci dari Obamacare. Selain itu, beberapa saat setelah diumumkan memenangi pemilu, timnya menutup situs yang memuat janjinya untuk melarang semua muslim masuk ke AS.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Mutaya Saroh

tirto.id - Politik
Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh