Trump Beri Waktu 45 Hari Pada ByteDance untuk Jual TikTok

Oleh: Ahmad Efendi - 3 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
ByteDance diberi waktu 45 hari untuk menegosiasikan penjualan Tiktok dengan Microsoft Corp.
tirto.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah setuju untuk memberikan waktu 45 hari kepada perusahaan Cina, ByteDance, guna menegosiasikan penjualan aplikasi popular TikTok dengan Microsoft Corp.

Sebelumnya, para pejabat AS mengatakan, bahwa TikTok dengan induknya yang berada di Cina, dapat menimbulkan risiko keamanan nasional terkait data pribadi. Trump mengatakan pada hari Jumat (31/7/2020) lalu bahwa ia berencana untuk melarang TikTok di AS, setelah menolak gagasan penjualan ke Microsoft.

Tetapi, sebagaimana dilansir dari Aj-Jazeera, setelah diskusi antara Trump dan CEO Microsoft Satya Nadella, perusahaan yang berbasis di Redwood, Washington itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (2/8/2020), bahwa mereka akan melanjutkan negosiasi untuk mengakuisisi TikTok dari ByteDance. Mereka menargetkan kesepakatan dapat dicapai pada 15 September 2020 nanti.

Tidak jelas apa yang mengubah pikiran Trump. Namun, yang pasti, beberapa pejabat memperkirakan larangan TikTok akan mengalienasi banyak pengguna mudanya sebelum pemilihan presiden AS pada bulan November, dan kemungkinan akan memicu gelombang tuntutan.

Beberapa legislator Republik terkemuka pun mengeluarkan pernyataan dalam dua hari terakhir, mendesak Trump untuk mendukung penjualan TikTok ke Microsoft.

Sementara itu, negosiasi antara ByteDance dan Microsoft sendiri, akan diawasi oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS), sert panel pemerintah AS yang memiliki hak untuk memblokir perjanjian apa pun, yang meminta anonimitas sebelum pengumuman resmi dari Gedung Putih.

Lebih jauh, dalam sebuah pernyataan yang dikutip New York Times, Microsoft mengingatkan, bahwa tidak ada kepastian kesepakatan akan tercapai dalam negosiasi tersebut.

"Microsoft sepenuhnya menghargai pentingnya mengatasi kekhawatiran Presiden. Microsoft berkomitmen untuk mengakuisisi TikTok dengan tunduk pada tinjauan keamanan lengkap dan memberikan manfaat ekonomi yang tepat bagi Amerika Serikat, termasuk Perbendaharaan Amerika Serikat," kata Microsoft.

Di bawah kesepakatan yang diusulkan, Microsoft mengatakan akan mengambil alih operasi TikTok di AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Disebutkan pula, bahwa Microsoft akan memastikan semua data pribadi pengguna TikTok AS ditransfer dan tetap di AS.

Microsoft menambahkan, bahwa mereka dapat mengundang investor AS lainnya untuk memperoleh saham minoritas di TikTok.

Belum jelas berapa banyak uang yang dikeluarkan Microsoft untuk membayar TikTok. Namun, pekan lalu South China Morning Post melaporkan, bahwa ekspektasi penilaian ByteDance untuk aplikasi tersebut melebihi 50 miliar dolar AS (sekitar 750 triliun rupiah), meskipun tekanan AS untuk mendivestasinya dapat menurunkan label harga itu.

Dilaporkan Al-Jazeera, isu utama dalam negosiasi adalah tentang pemisahan teknologi TikTok dari infrastruktur dan akses ByteDance, guna mengurangi kekhawatiran AS tentang integritas data pribadi.

Satu ide yang dipertimbangkan adalah untuk memberikan Microsoft dan ByteDance periode transisi, guna mengembangkan teknologi untuk TikTok yang akan sepenuhnya terpisah dari ByteDance.


Baca juga artikel terkait TIKTOK atau tulisan menarik lainnya Ahmad Efendi
(tirto.id - Teknologi)

Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Yantina Debora
DarkLight