TNI Akan Dalami Penyebab Tenggelamnya Tank dan Kapal di Bogowonto

Oleh: Felix Nathaniel - 14 Maret 2018
Dibaca Normal 1 menit
Hadi Tjahjanto menerangkan kecelakaan tank jenis M113A1 APC di sungai Bogowonto masih dalam tahap penyelidikan
tirto.id - Panglima TNI Hadi Tjahjanto menerangkan kecelakaan tank jenis M113A1 APC di sungai Bogowonto masih dalam tahap penyelidikan. Hadi mengaku TNI akan mendalami sebab-sebab kecelakaan dengan bantuan tim investigasi.

"Permasalahan tank di Bogowonto dan kapal yang di Pulau Seribu sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan investigasi," kata Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/3/2018).

Hadi mengaku, ia belum bisa menentukan apakah penyebab kecelakaan adalah faktor kelalaian manusia atau kesalahan mekanik.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara itu menyebutkan tim masih terus bekerja untuk menyelidiki soal penyebab kecelakaan. Terkait standar keamanan yang diterapkan, Hadi mengaku penjelasan itu masih dalam bagian investigasi.

"Itu bagian dari proses investigasi. Apakah hasilnya sudah sesuai dengan aturan atau tidak, nanti menunggu hasil penyelidikan. Akan diselidiki juga bagaimana terjadinya pergerakan tank dan dari mana asalnya perintahnya," ujarnya.

Dalam seminggu terakhir, kendaraan milik TNI tercatat 2 kali mengalami kecelakaan. Kecelakaan pertama adalah tenggelamnya tank di sungai Bogowonto saat mengangkut anak PAUD dan TK, dan yang kedua adalah tenggelamnya KMC milik Kod Jaya di Kepulauan Seribu. Kecelakaan tank tersebut berdampak pada tewasnya 1 prajurit TNI dan 1 warga sipil.

Pengamat militer dari Universitas Padjajaran, Muradi menganggap TNI sudah bertindak tidak etis dengan menggunakan tank tak layak jalan untuk mengangkut anak-anak, meskipun regulasinya tak ada.

Ia menegaskan, TNI seharusnya menggunakan tank model baru, atau mengganti M113A1 dengan tank lebih berkualitas.

“Sudah hampir 30 tahun. Itu sudah harus diganti, atau TNI menggunakan tank jenis baru untuk mengangkut sipil. Kalau tidak ‘kan berbahaya,” tegas Muradi.

Apabila TNI memaksa untuk menggunakan alutsista untuk kegiatan sipil, Muradi meyakini harus ada perawatan alat tempur dengan teratur dan izin dari penanggungjawab atau komandan TNI setempat. Menurut penilaian Muradi, uji kelayakan dari TNI dalam penggunaan alat tempur bersama sipil masih belum maksimal.

“Selama ini ‘kan kita tidak tahu. Makanya tanggungjawabnya harus ada di komandannya. Itu komandannya pasti berasumsi tank layak jalan, dia yang harusnya bertanggungjawab,” kata Muradi.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN TANK TNI atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Yulaika Ramadhani