Menuju konten utama

Tito Karnavian Wanti-Wanti Pemda Awasi Inflasi Jelang Ramadan

Pemerintah pusat telah mengantongi daftar pemda yang memiliki inflasi tinggi.

Tito Karnavian Wanti-Wanti Pemda Awasi Inflasi Jelang Ramadan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberi sambutan pada acara doa bersama Pemilu damai 2024 di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (31/8/2023). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

tirto.id - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mewanti-wanti pemerintah daerah untuk mengantisipasi inflasi menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. Tito menegaskan pemerintah pusat telah mengantongi daftar daerah yang inflasinya tinggi.

Menurut dia, ada dua masalah atau penyebab terjadinya inflasi di suatu daerah. Pertama, kurangnya suplai suatu barang dan kedua terjadinya lonjakan permintaan di masyarakat.

Pada saat Ramadan dan Idulfitri biasanya beberapa harga kebutuhan pokok seperti beras, daging ayam, telur dan lain-lain akan melonjak tinggi. Oleh karena itu, setiap kepala daerah diminta mewaspadainya.

"Segera waspadai dan segera tambah suplainya. Kemudian, distribusinya juga harus lancar," ucap Tito di Padang, Sumatra Barat, dikutip dari Antara, Minggu (3/3/2024).

Lebih lanjut Tito menegaskan, Satpol PP memiliki peran penting membantu aparat penegak hukum untuk mencegah terjadinya penimbunan barang. Ia ingin daerah mengoptimalkan kekuatan yang ada demi mencegah inflasi.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Barat, Sugeng Arianto mengatakan inflasi di ranah Minang mencapai 3,32 persen secara year on year (yoy) pada Februari 2024.

Sugeng mengatakan hal ini disebabkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluran.

"Inflasi ini akibat kenaikan harga indeks pengeluaran kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,84 persen," jelas Sugeng.

Kelompok lainnya yang turut memicu inflasi yakni pakaian dan alas kaki sebesar 2,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,65 persen.

Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang inflasi sebesar 0,59 persen, kesehatan 2,88 persen, transportasi 1,39 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,07 persen.

Baca juga artikel terkait INFLASI

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Fahreza Rizky