Tingkatkan Produktivitas, Alat Pertanian Akan Dimodernisasi

Reporter: Abdul Aziz - 30 Maret 2016
Dibaca Normal 1 menit
tirto.id - [caption id="attachment_3183" align="alignnone" width="1200"]
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengemudikan mesin panen pada pada acara panen raya di Desa Mrenek, Maos, Cilacap, Jateng, Senin (29/2). Kementerian Pertanian melakukan panen raya serentak di tujuh provinsi meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan pada musin panen perdana tahun 2016. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc/16.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengemudikan mesin panen pada pada acara panen raya di Desa Mrenek, Maos, Cilacap, Jateng, Senin (29/2). Kementerian Pertanian melakukan panen raya serentak di tujuh provinsi meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan pada musin panen perdana tahun 2016. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria.[/caption]

Demi meningkatkan produktivitas padi serta memudahkan petani bercocok tanam dan panen, Kementerian Pertanian akan memodernisasi semua alat pertanian. Program ini akan dilakukan secara bertahap kepada daerah yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi gabah.

“Dalam setiap kunjungan ke berbagai daerah, kami selalu memberikan bantuan alat mesin pertanian modern kepada petani maupun gabungan kelompok tani,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, saat panen raya padi, di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (30/3/2016).

Menurut Amran, modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) akan dilakukan secara bertahap kepada daerah yang selama ini terkenal sebagai sentra produksi gabah. Modernisasi alsintan yang akan dilakukan adalah saat menanam padi hingga panen sehingga bisa mempercepat pemotongan padi yang pada akhirnya bisa meningkatkan produksi.

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian pada tahun 2016 ini menargetkan produksi padi di Jawa Barat mencapai 12,42 juta ton, sementara produksi padi nasional sebesar 76,23 juta ton. Pada tahun 2015 kemarin, Jawa Barat sempat mengalami penurunan produksi 2,33 persen dibanding tahun 2014 dikarenakan kemarau panjang dampak dari El Nino.

Mengingat Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi padi di Indonesia yang akan sangat berpengaruh pada ketersediaan produksi beras nasional, maka Kementerian Pertanian memberikan perhatian lebih besar program dan kegiatan peningkatan produksi padi dalam bentuk intensifikasi (pengembangan padi hibrida), ekstensifikasi (lahan kering padi Inbrida), pengembangan padi hibrida.

Karena itu, Amran mengajak semua aktor pembangunan pertanian untuk mengoptimalkan tanam periode musim tanam Oktober-Maret 2015/2016 yang hanya sisa beberapa hari lagi.

Selain itu, juga mengkoordinasikan terjaminnya ketersediaan sarana produksi benih, pupuk dan sarana lainnya yg dibutuhkan petani, serta mengoptimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian yang tersedia.
Mentan juga minta kepada Bulog untuk siap sedia membeli gabah petani sehingga mereka memiliki kepastian pembeli. (ANT)

Baca juga artikel terkait ALAT PERTANIAN atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - )

Reporter: Abdul Aziz

DarkLight