Menuju konten utama
Kampanye Covid-19

Tingkat Vaksinasi Covid-19 di ASEAN Masih Rendah, Perlu Akselerasi

Presiden Jokowi menekankan pentingnya ASEAN memerangi diskriminasi dan politisasi vaksin, sekaligus mempercepat vaksinasi penuh di kawasan.

Tingkat Vaksinasi Covid-19 di ASEAN Masih Rendah, Perlu Akselerasi
Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pemulung dan pengepul sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/10/2021). . ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya percepatan vaksinasi Covid-19 di kawasan ASEAN. Ia juga menggarisbawahi agar ASEAN terus memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

“ASEAN harus terus melakukan pembelian vaksin untuk anggotanya, terus memerangi diskriminasi dan politisasi vaksin, dan menyuarakan pentingnya kesetaraan akses vaksin bagi semua,” papar Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 yang dilakukan secara virtual pada Selasa (26/10/2021).

Tercatat, 9 dari 10 negara ASEAN sudah melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap penduduk mereka setidaknya dengan 1 dosis vaksin. Namun, jumlah negara ASEAN yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara penuh (2 dosis) dengan persentase lebih dari 50 persen baru 4 negara.

Jika mengacu pada data Center or Strategic & International Studies (CSIS), persentase vaksinasi di Indonesia baru mencapai 26,2 persen, Filipina 25,2 persen, Vietnam 23,3 persen, Thailand 42 persen, Laos 36,6 persen, dan Myanmar 8,6 persen.

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 di Malaysia mencapai 77,5 persen, Kamboja sejumlah 81,3 persen, Singapura sebesar 83,8 persen, dan Brunei Darussalam mencapai 56,9 persen.

Saat ini, tingkat vaksinasi 2 dosis di kawasan ASEAN masih 10%. Angka ini masih jauh di bawah rata-rata dunia yang mencapai sekitar 38,3 persen.

Menurut Jokowi, bukan cuma percepatan vaksinasi yang diutamakan. Tetapi juga penguatan arsitektur kesehatan kawasan ASEAN dalam mengatasi pandemi Covid-19. Ia menyebut pentingnya harmonisasi kebijakan darurat kesehatan antarnegara ASEAN, terutama dalam deteksi, mitigasi, dan cross border policy.

Untuk menghadapi pandemi Covid-19, ASEAN melakukan berbagai program yaitu ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF), COVID-19 ASEAN Response Fund, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies for Public Health Emergencies, ASEAN Strategic Framework for Public Health Emergencies, Mitigation of Biological Threats Programme, ASEAN Vaccine Security and Self-Reliance, dan ASEAN Public Health Emergency Coordination System.

Terkait ini Jokowi menyebutkan COVID-19 ASEAN Response Fund mesti ditransformasikan menjadi pendanaan kesehatan kawasan ASEAN yang kuat. Sementara itu, ASEAN Emergency Health Fund dipergunakan untuk mendanai akses terhadap alat kesehatan, diagnostik, obat-obatan, dan vaksin di masa darurat. ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies juga perlu terus diperkuat.

"Pada saat yang sama, kawasan ASEAN didorong menjadi hub pusat produksi alat kesehatan, diagnostik, obat-obatan, dan vaksin kawasan. Ini untuk menjamin pasokan kebutuhan negara ASEAN saat terjadi darurat kesehatan publik," paparnya.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19

Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya