Menuju konten utama

Tim Kampanye Jokowi Ajak Debat Sandiaga Soal Ekonomi Indonesia

Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyatakan siap berdebat dengan Sandiaga menggunakan data.

Tim Kampanye Jokowi Ajak Debat Sandiaga Soal Ekonomi Indonesia
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo dan Mensesneg Pratikno berbincang dengan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni usai pertemuan di Grand Garden Cafe, Kompleks Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/7/2018). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

tirto.id - Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengaku siap berdebat dengan Sandiaga Uno atau pihak lain yang menuding keadaan ekonomi Indonesia buruk.

Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, pembicaraan soal ekonomi harus menggunakan data. Ia yakin jika data digunakan maka tak ada cap ekonomi buruk di mata masyarakat.

"Ayo kita debat sama Sandi soal kesuksesan. Kita siap lah debat sama Sandi, sama siapapun. Dari ukuran mana ekonomi dinyatakan terpuruk, masyarakat susah?" kata Karding di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Menurut Karding, kubu lawan Jokowi-Ma'ruf selalu menjual slogan yang tidak membuat masyarakat kenyang. Mereka juga dituding kerap menjajakan jargon dan kampanye ekonomi buruk tanpa data.

Politikus PKB itu juga menanggapi tudingan lawan politik Jokowi yang kerap menyebut adanya kenaikan harga sembako. Alih-alih mengakui, Karding justru menyebut bahwa kenaikan harga sembako di daerah merupakan tanggung jawab pemimpin di wilayah masing-masing.

"Di pasar Jakarta itu yang tanggung jawab Gubernur Jakarta sama Wakil Gubernur Jakarta. Tim pengendali inflasi itu bukan Presiden, itu urusannya sama Sandiaga tuh sampai kemarin kan. Jangan buang masalah ke orang yang tidak membidangi langsung," ujar Karding.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera sempat menyebut bahwa keberadaan #2019GantiPresiden akan hilang jika harga sembako turun. Pernyataan itu ia sampaikan di Kompleks Parlemen, Jakarta.

"Tagar ini akan mati ketika harga telur Rp11 ribu, harga daging Rp50 ribu, harga listirk murah. Karena ketidak puasan sama pemerintah tinggi tagar ini naik. Tapi kalau kepuasan terhadap pemerintah tinggi, tagar ini enggak ada, hilang dengan sendirinya," kata Mardani.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Yandri Daniel Damaledo