Menuju konten utama
Periksa Fakta

Tidak Benar Video Ormas Pimpinan Hercules Jaga Istana dan KPU

Dalam video asli tidak ada keterangan soal Rosario de Marshal alias Hercules menjaga Istana Kepresidenan dan gedung KPU dari para demonstran.

Tidak Benar Video Ormas Pimpinan Hercules Jaga Istana dan KPU
HEADER PERIKSA FAKTA Tidak Benar Video Ormas Pimpinan Hercules Jaga Istana dan KPU. tirto.id/Fuad

tirto.id - Video yang memuat narasi tentang sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) menjaga kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Istana Kepresidenan beredar di jagat maya. Ormas yang dipimpin Rosario de Marshal alias Hercules disebut menjaga kedua gedung itu dari para demonstran.

“Vidio.. gank Hercules menuju dan jaga KPU tentu juga jaga istana dari pendemo pemilu curang.. hancuur di tangan oligarki, semua hanya mempertahankan kekuasaan dan keserakahannya...hingga rakyat diadu domba...dengan di iming-iming uang lendir dari taipan dan 9 naga !!!,” tulis akun Facebook pengunggah, bernama “Aji Lanang Sejagat”.

PERIKSA FAKTA Tidak Benar Video Ormas

PERIKSA FAKTA Tidak Benar Video Ormas Pimpinan Hercules Jaga Istana dan KPU.

Video singkat berdurasi 23 detik yang disertakan memperlihatkan sekelompok orang tengah berjalan, beberapa terlihat mengenakan seragam, dan beberapa lainnya menggunakan baju berwarna biru.

Di sudut kanan video bagian bawah tertulis keterangan waktu dan tempat, yakni “10 Februari 2024, Gelora”. Kemudian di bagian atas video terdapat logo TikTok beserta nama pengguna “kuwu_nyentrik_jatiserang”.

Per Jumat (1/3/2024), video yang diunggah pada Senin (19/2/2024) ini sudah ditonton sebanyak 50 kali dan memperoleh 2 reaksi emoji. Narasi serupa juga disebarkan akun Facebook lain, seperti dapat dijumpai di sini.

Lalu, bagaimana faktanya?

Penelusuran fakta

Tim Riset Tirto mencari tahu asal muasal video dengan menelusuri akun pengunggah TikTok yang tertera.

Dalam video aslinya, yang diunggah akun “kuwu_nyentrik_jatiserang” pada Sabtu (10/2/2024), tidak ada keterangan soal Hercules menjaga KPU dan Istana dari para demonstran. Takarir yang dibubuhkan akun tersebut berbunyi “pengawalan ketum DPP bung herkules GBK”.

Tirto lalu melakukan penelusuran Google dengan kata kunci “Hercules di GBK” dengan menggunakan filter waktu 10 Februari 2024. Hasilnya, kami menemukan video identik diunggah kanal YouTube “Berita Indonesia News”.

Rekaman itu nyatanya merupakan kehadiran Hercules di kampanye akbar pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kampanye akbar Prabowo-Gibran sendiri berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), di Senayan, Jakarta.

Dokumentasi Hercules di kampanye akbar Prabowo juga diunggah oleh kanal YouTube lain, seperti bisa dilihat di sini. Hercules memang diketahui merupakan pendukung Prabowo.

Dilansir Antara, Hercules selaku Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menyatakan, dukungan dari pihaknya untuk Prabowo di Pilpres 2024 merupakan harga mati atau tidak bisa diganggu gugat.

"Kecuali beliau angkat bendera putih, mungkin GRIB bisa ambil tindakan ke mana. Namun saat ini, harga mati untuk [mendukung] beliau [Prabowo Subianto]," ujar Hercules kepada wartawan di sela-sela kegiatan syukuran ulang tahunnya sekaligus silaturahim kader GRIB Jaya, di kediamannya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu (3/6/2023).

Jadi, video yang beredar telah diberi klaim yang tidak sesuai dengan konteks aslinya.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang sudah dilakukan, video yang tersebar berasal dari akun TikTok “kuwu_nyentrik_jatiserang”. Namun, dalam video asli tidak ada keterangan soal Rosario de Marshal alias Hercules menjaga Istana Kepresidenan dan gedung KPU dari para demonstran.

Rekaman aslinya merupakan kehadiran Hercules di kampanye akbar pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang berlangsung Sabtu (10/2/2024).

Dengan demikian, video dengan klaim ormas pimpinan Hercules menjaga Istana dan gedung KPU dari pendemo pemilu bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Fina Nailur Rohmah

tirto.id - Periksa fakta
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Farida Susanty