Menuju konten utama

Terus Meningkat, Wabah DBD di NTT Mengakibatkan 37 Orang Tutup Usia

Wilayah dengan angka kematian tertinggi akibat DBD di NTT ialah, Kabupaten Sikka.

Terus Meningkat, Wabah DBD di NTT Mengakibatkan 37 Orang Tutup Usia
Seorang pasien anak bersama orangtuanya berada diluar kamar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Siaga, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.

tirto.id - Selain COVID-19, wabah demam berdarah dengue (DBD) menggerogoti Indonesia. Hingga kini di Nusa Tenggara Timur (NTT), wabah DBD telah mengakibatkan kematian 37 jiwa.

"Sejak Januari hingga awal Maret 2020 mencapai 3.109 kasus," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David Mandala, Rabu (11/3/2020).

Jumlah kematian itu terus meningkat. Sehari sebelumnya, kata Mandala, DBD telah menelan korban 33 jiwa.

"Kabupaten penyumbang kasus DBD tertinggi adalah Kabupaten Sikka dengan angka kematian mencapai 14 orang dan terdapat 1.216 kasus," tuturnya.

Urutan kedua, ditempati oleh Kota Kupang dengan 462 kasus dan angka kematiannya mencapai 5 orang. Ketiga, Kabupaten Alor, 308 kasus dan tiga orang tutup usia.

Mandala menuturkan, meningkatnya angka kematian karena: Keterlambatan membawa korban ke puskesmas atau RS.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sendiri sejak Senin (10/3/2020) kemarin berada di NTT, provinsi yang kini menempati urutan terbanyak jumlah kasus DBD. Bahkan, Kabupaten Sikka di NTT telah menetapkan DBD sebagai kejadian luar biasa (KLB) sejak Januari 2020 sampai saat ini.

Menurut Terawan, kasus DBD di Sikka cukup tinggi dengan jumlah mencapai 1190 kasus dengan jumlah korban meninggal per hari ini mencapai 14 orang dan masih ada pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak lebih dari 150 orang.

Baca juga artikel terkait WABAH VIRUS CORONA atau tulisan lainnya

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Antara
Editor: Dieqy Hasbi Widhana