Menuju konten utama

Teror Rumah Ortu Veronica, Polisi: Pelaku Pakai Pelat Motor Palsu

Polisi belum menentukan pelaku teror rumah orang tua Veronica Koman karena kendaraan pelaku penyerangan menggunakan pelat palsu.

Teror Rumah Ortu Veronica, Polisi: Pelaku Pakai Pelat Motor Palsu
Veronica Koman. facebook/Veronica koman

tirto.id -

Polres Jakarta Barat belum menentukan pelaku penyerangan kediaman pengacara HAM Veronica Koman.

Terbaru, pihak polisi belum menentukan pelaku karena kendaraan pelaku penyerangan menggunakan pelat palsu.

"Pelaku kita belum berani buru-buru menyimpulkan. Yang jelas kan kalau kita tahu kan dilempar ada 2 orang pelakunya menggunakan motor, cuma kan pelat nomornya palsu kemudian pake helm," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021).

Joko menegaskan mereka belum berani berkomentar soal kabar ada pelaku kasus penyerangan kediaman keluarga Koman. Ia hanya memastikan bahwa keterangan soal penyerangan kediaman Koman masih diproses oleh Inafis. Mereka pun belum mengetahui jenis peledak karena masih dalam penelaahan Inafis.

Terpisah, kepolisian masih menelusuri soal CCTV hingga mencari saksi lain. Saat ini, sudah 7 saksi diperiksa kepolisian dalam kasus tersebut. Di sisi lain, polisi tetap memberikan pengawalan kepada keluarga Koman usai penyerangan.

"Tetap dimonitoring," kata Joko.

Rumah orangtua Veronica Koman diduga mengalami teror setelah sebuah ledakan terjadi di depan rumah di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (7/11/2021) sekitar pukul 12.00 WIB.

Aksi penyerangan bukan lah kali pertama. Rumah Koman pernah diserang pula pada 24 Oktober 2021. Serangan pertama itu dilakukan oleh dua orang yang mengendarai motor.

Mereka menggantungkan sebuah bungkusan di pagar rumah orang tua Veronica, lantas bungkusan tersebut terbakar. Kejadian ini telah dilaporkan oleh pendamping hukum orang tua Veronica ke Polda Metro Jaya, dengan nomor Surat Tanda Terima Laporan Polisi STTLP/B/5302/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Teror kedua, serangan diluncurkan ke rumah kerabat Veronica yaitu kiriman paket berisi bangkai ayam dan surat ancaman. Aksi teror tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi. Sejak 2019, terdapat pantauan rutin ke rumah orang tua Veronica yang akhirnya pun membuat tetangga juga resah.

Bahkan foto rumah orang tua Veronica Koman beberapa kali diunggah di media sosial oleh akun anonim, sebagai bentuk intimidasi kepada Veronica Koman dan keluarganya.

Agustus 2019, kiriman paket atas nama Veronica Koman juga pernah dititipkan ke Ketua RT untuk diberikan kepada orang tuanya. Beberapa jam kemudian pengirim mengambil kembali paket tersebut.

Baca juga artikel terkait VERONICA KOMAN atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Hukum
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Nur Hidayah Perwitasari