Menuju konten utama

Tengku Zulkarnain Cabut Tuduhan RUU PKS Dinilai Hal yang Wajar

Ketua DPP PKS Ledia Hanifa menilai, apa yang diucapkan oleh Tengku ZUlkarnain soal pencabutan RUU PKS tak perlu dipermasalahkan.

Tengku Zulkarnain Cabut Tuduhan RUU PKS Dinilai Hal yang Wajar
Gerakan Masyarakat untuk Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (GEMAS SAHKAN RUU PKS) mengadakan aksi damai di depan Istana Negara untuk mendesak DPR agar segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). tirto.id/Bhagavad Sambadha

tirto.id - Ketua DPP PKS Ledia Hanifa merespons cuitan Tengku Zulkarnain yang mencabut omongan tudingannya ke pemerintah terkait RUU PKS.

Tengku Zulkarnain menilai tak ada pasal yang pemerintah menyediakan alat kontrasepsi ke remaja dan pasal yang memperbolehkan remaja melakukan hubungan suami istri. Ia meminta maaf karena salah mendapat masukan.

Ledia Hanifa menilai apa yang diucapkan oleh Tengku tak perlu dipermasalahkan. Perbedaan pendapat dan tafsir menjadi sangat wajar.

"Enggak apa-apa enggak ada masalah. Bahwa Ustad Tengku punya sudut pandang itu hak beliau sementara kami sudah melakukan kajian dengan tim kami," kata Ledia saat ditemui di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019) siang.

Ia juga merespons ucapan Tengku Zulkarnain yang salah mendapat masukan. Ledia mengaku tak tahu menahu mengenai darimana Tengku dapat masukan.

Partainya pun, lanjut Ledia, tak pernah memberikan masukan ke Tengku. Karena partainya punya kajian sendiri.

"Pada saat ini beredar dari berbagai macam, saya enggak tahu Ustad Tengku darimana dapatnya tapi yang jelas PKS sudah lakukan kajian dan FGD terkait pers rilis pertama kita," katanya.

Tengku Zulkarnain mencabut tuduhannya ke pemerintah soal Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS). Menurut Zulkarnain ia sempat menyebut RUU PKS mengatur penyediaan alat kontrasepsi oleh pemerintah bagi remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan seks.

“Setelah mencermati isi RUU PKS saya tidak menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah untuk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri,” tulis Zulkarnain dalam akun Twitter miliknya @ustadtengkuzul.

Zulkarnain mengaku ia mendapat masukan yang salah soal RUU-PKS.

“Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf karena mendapat masukan yang salah,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait RUU PKS atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Politik
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno