tirto.id - Kementerian Sosial menghadirkan Taman Anak Sejahtera (TAS) Wong Kito di Palembang, Sumatra Selatan, sebagai layanan pengasuhan anak yang gratis, inklusif, dan berkualitas. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh anak berusia mulai 3 bulan hingga 8 tahun, terutama untuk membantu orang tua yang sehari-hari bekerja.
Saat ini, sebanyak 21 anak telah dititipkan di TAS Wong Kito selama orang tuanya bekerja. Layanan tersebut tidak dipungut biaya sekaligus menjadi salah satu upaya Kemensos menyediakan fasilitas pengasuhan anak yang berkualitas.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa TAS tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga memberikan pengasuhan, pendidikan karakter, dan perhatian.
"Ini bukan sekadar tempat penitipan saja, tetapi kita memberikan pengasuhan, pendidikan berkarakter, dan juga tentu saja dengan kasih sayang yang penuh untuk anak-anak kita," kata Fatma melalui keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).
Hingga kini, terdapat 50 TAS yang tersebar di berbagai daerah, baik di sentra maupun tempat lainnya. Seluruhnya berada di bawah binaan Kemensos.
TAS Wong Kito diluncurkan dan diresmikan secara langsung oleh Fatma pada Selasa (11/8). Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Gebyar Hari Anak Nasional 2026 yang digelar di Sentra Budi Perkasa Palembang.
Sebanyak 140 anak PAUD dan TK turut hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana acara berlangsung meriah dengan sejumlah penampilan anak-anak.
Kedatangan Fatma bersama rombongan disambut Tari Gending Sriwijaya yang dibawakan siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang. Dalam kegiatan itu, turut mendampingi Wakil Penasihat DWP Kemensos Intan Agus Jabo beserta seluruh anggota DWP Kemensos, Sekda Sumsel, sekaligus Ketua DWP Sumsel Desy Kasnayati Edward, serta Bunda Paud Kota Palembang Dewi Sastrani.
Salah satu penampilan datang dari Nabila Safitri, penyandang disabilitas yang menyanyikan sebuah lagu di hadapan Fatma dan rombongan. Usai tampil, Nabila bersama dua temannya menghampiri Fatma dan Intan untuk menyerahkan buket bunga sebagai bentuk kasih sayang.
Fatma dan Intan menerima pemberian tersebut dengan senang. Keduanya kemudian memeluk Nabila dengan penuh haru.
Selain penampilan Nabila, siswa-siswi SRMA 7 Palembang menunjukkan unjuk bakat karate. Anak-anak TAS Chika Smart turut menampilkan tarian tradisional.
Menurut Fatma, keberadaan TAS merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu orang tua yang harus bekerja dan mencari nafkah, tanpa mengesampingkan kebutuhan anak untuk mendapatkan pengasuhan yang baik.
"Mengingat banyak orang tua yang bekerja, mencari nafkah, mencari kebutuhan yang lain, maka negara hadir untuk membantu mereka dengan membuat sebuah wadah untuk anak-anak kita, namanya Taman Anak Sejahtera," jelasnya.
Fatma juga berpesan kepada para petugas yang bekerja di TAS agar memberikan kasih sayang sekaligus pendidikan yang baik kepada anak-anak. Ia berharap layanan tersebut dapat membantu orang tua tetap bekerja dengan tenang.
"Titip pesan kepada para guru, tolong sayangi anak-anak kita yang sekolah di sini, tolong bantu orang tua agar mereka bisa bekerja dengan baik," ujar dia.
Selain kasih sayang, Fatma menekankan pentingnya pendidikan karakter, kemandirian, serta perhatian terhadap asupan gizi anak.
"Berilah pendidikan yang memiliki karakter yang tinggi. Anak-anak harus diajari mandiri. Dan asupan gizinya juga harus diperhatikan. Anak-anak mudah-mudahan menjadi anak-anak yang sehat, ceria, bahagia. Dan kelak suatu saat insya Allah akan menjadi pemimpin masa depan," sambung Fatma.
Bunda PAUD Kota Palembang Dewi Sastrani menilai kehadiran TAS Wong Kito merupakan salah satu bentuk sinergi pemerintah dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia yang telah menghadirkan Taman Anak Sejahtera di Kota Palembang," kata Dewi.
Menurut Dewi, perhatian terhadap anak usia dini penting karena masa tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia berharap TAS Wong Kito dapat memberikan manfaat bagi anak-anak sekaligus keluarga di Kota Palembang.
"Keberadaan TAS Wong Kito diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi anak-anak dan keluarga di Kota Palembang serta menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun generasi yang sehat, ceria, percaya diri, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih baik," jelasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan TAS Wong Kito. Di lokasi tersebut tersedia berbagai fasilitas, seperti arena bermain dan kegiatan belajar untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas anak.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































