Survei: Staycation & Tujuan Wisata Keluarga akan Ramai Usai Pandemi

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 12 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Survei Wego mengungkap bahwa staycation dan liburan keluarga akan menjadi primadona usai pandemi.
tirto.id - Online​ travel market place​ terdepan di Asia Pasifik dan Timur Tengah serta Afrika Utara (MENA) mengumumkan hasil survei terkait tren dan preferensi wisata pasca-pandemi COVID-19.

Survei dilakukan terhadap para traveler ​​yang tinggal di Jabodetabek, Bali, Surabaya, Bandung, dan sejumlah kota lain di Indonesia pada 21 Mei sampai 5 Juni 2020.

Karantina mandiri serta PSBB yang telah berlangsung selama 2 bulan terakhir ternyata membuat para traveler ​​tidak sabar untuk liburan. Sebanyak​ 70 persen responden menyatakan bahwa mereka sudah memiliki rencana liburan usai pandemi.

Pelonggaran PSBB serta pembukaan penerbangan domestik bersyarat juga membawa angin segar bagi masyarakat. Sebanyak ​63 persen responden berharap dapat segera melakukan perjalanan dalam kurun waktu 1-3 bulan mendatang.

Untuk urusan destinasi, tujuan domestik berada di urutan teratas. Sebanyak 44​ persen responden menyatakan bahwa mereka akan mulai memesan tiket pesawat dan hotel jika karantina wilayah (lockdown) ​​dibuka dan penerbangan domestik kembali beroperasi.

Sedangkan 22​ persen responden lainnya menjawab akan melakukan pembelian tiket pesawat dan hotel apabila penerbangan internasional sudah dibuka.​

Sisanya menjawab bahwa mereka baru akan merencanakan liburan setelah situasi dirasa aman.

“Penerbangan yang belum beroperasi seluruhnya, serta lockdown yang berlaku di banyak tempat membuat destinasi domestik yang tidak jauh dari rumah akan menjadi tujuan utama para pejalan. Wego senantiasa memantau pembukaan wilayah di seluruh dunia dan merangkumnya ke dalam Linimasa Pembukaan Perbatasan yang dapat diakses di blog ​ Wego ​untuk membantu masyarakat dalam merencanakan liburan usai pandemi,” ungkap Kaushal Pilikuli, Director, Growth Marketing APAC, Wego melalui siaran persnya kepada Tirto, Jumat (12/6/2020).

Survei Wego juga mengungkap bahwa staycation​ dan liburan keluarga adalah tipe perjalanan yang paling diminati setelah pandemi berakhir.​

Sebanyak 37 persen responden menyatakan keinginannya untuk liburan keluarga dan 26 persen menginginkan staycation​.​

Jenis perjalanan lain yang juga diminati adalah liburan ke alam (13 persen) dan mudik ke kampung halaman (12 persen). Sejumlah responden juga mengutarakan minat untuk melakukan solo​ traveling,​ wisata kuliner, dan wisata religi usai pandemi.

Survei Wego juga mengungkap hal baru yang menjadi prioritas para pejalan. Jika dulu para masyarakat memprioritaskan biaya, keamanan, dan kenyamanan, kini aspek kebersihan, penjarakan sosial (physical​ distancing),​ serta penerapan protokol kesehatan di ruang publik menjadi perhatian utama.​

Sejumlah responden juga menyampaikan harapan mereka agar tidak lagi banyak dokumen persyaratan yang perlu diurus sebelum bepergian.

“Saat ini, industri perhotelan, maskapai, bersama dengan dengan pemerintah tengah mempersiapkan protokol CHS yang memprioritaskan kebersihan dan keamanan yang berkelanjutan agar masyarakat dapat bepergian dan menginap dengan nyaman,” tutup Kaushal.

Wego adalah situs pemenang penghargaan dan aplikasi mobile​ dengan rating tinggi untuk pejalan di Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Wego memiliki teknologi yang canggih dan mudah digunakan untuk mencari​ harga terbaik tiket dan penginapan dari ratusan situs maskapai, hotel, dan agen wisata online ​​di seluruh dunia.

Wego menampilkan perbandingan harga dari rekanan lokal dan global secara netral dan tidak bias, sehingga pengguna dapat menemukan harga terbaik dengan cepat, baik itu langsung dari pihak maskapai/hotel, atau dari pihak ketiga, seperti agregator dan agen wisata.

Wego berdiri sejak 2005 dan memiliki kantor pusat di Dubai dan Singapura, serta kantor regional di Bangalore, Jakarta, Kairo, dan Kuala Lumpur.


Baca juga artikel terkait WEGO atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Gaya Hidup)

Sumber: press release
Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight