Survei Median: Anies Cawapres Terkuat, Elektabilitas Jokowi Naik

Oleh: Lalu Rahadian - 16 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
Survei Median yang dilakukan 24 Maret-6 April 2018 mencatat elektabilitas Jokowi mengalami peningkatan dan Anies Baswedan raih elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon wakil presiden di pemilu 2019.
tirto.id - Lembaga Media Survei Nasional (Median) menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan raih elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon wakil presiden di pemilu 2019.

Survei Median yang dilakukan 24 Maret-6 April 2018 mencatat, elektabilitas Anies mencapai 6,2 persen sebagai bakal cawapres. Ia unggul dari nama bakal cawapres lain seperti Gatot Nurmantyo (5,4 persen), Prabowo Subianto (4,9 persen), Muhaimin Iskandar (4,7 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (3,8 persen).

"Tak ada satu pun calon yang punya elektabilitas wapres di atas 10 persen. Hal itu menunjukkan, hari ini masyarakat tak fokus dengan sosok cawapres, tapi siapa calon presidennya," ujar Direktur Riset Median Sudarto di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Survei yang dilakukan Median melibatkan 1.200 responden. Tingkat kepercayaan survei adalah 95 persen, dengan angka Margin of Error kurang lebih 2,9 persen. Pemilihan sampel dilakukan secara random dengan teknik multi stage random.

Pada bagian lain survei ditemukan fakta bahwa elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih unggul dibanding nama-nama bakal capres lain. Jokowi meraih 36,2 persen dukungan mengungguli elektabilitas Prabowo (20,4 persen), Gatot (7 persen), Jusuf Kalla (4,3 persen), dan Anies (2 persen).



Elektabilitas Jokowi Naik, Prabowo Turun

Menurut Sudarto, elektabilitas Jokowi mengalami peningkatan dibanding survei lembaganya pada Februari 2018. Sementara itu, dukungan terhadap Jokowi naik 1,2 persen.

Median menyebut, tokoh yang mendapat penurunan elektabilitas terbesar dibanding survei Februari 2018 adalah Anies (4,5 persen menjadi 2 persen), AHY (3,3 persen menjadi 1,8 persen), Prabowo (21,2 persen menjadi 20,4 persen), dan Hary Tanoe (1,7 persen menjadi 1,6 persen).

"Kalau melihat data, kami selesai ambil tanggal 6 dan Prabowo 11 April deklarasi. Jadi dampak dari deklarasi belum terpotret. Tapi fakta bahwa pembawaan Pak Prabowo yang belakangan cenderung temperamen dan berapi-api menjadi faktor kenapa turun elektabilitasnya," ujar Sudarto.


Median juga membuat skenario pasangan capres-cawapres untuk pemilu di surveinya. Hasil simulasi menunjukkan, Jokowi mendapat elektabilitas tertinggi jika berpasangan dengan Cak Imin.

"[Jokowi mendapat elektabilitas tertinggi] jika berpasangan dengan Muhaimin, Hary Tanoesoedibjo, Wiranto, Chairul Tanjung (CT), Zulkifli Hasan. Nama lain kami andaikan agak sulit dipasangkan dengan Jokowi. Kami pasangkan dengan nama-nama [tokoh] koalisinya saja," kata Sudarto.

Dalam skenario pemilu dengan tiga pasang capres-cawapres yang dibuat Median, pasangan Jokowi-Cak Imin meraih elektabilitas 41,3 persen. Tingkat dukungan itu lebih tinggi dari simulasi Jokowi-Hary (40,2 persen), Jokowi-Wiranto (39 persen), Jokowi-CT (38,7 persen), dan Jokowi-Zulkifli (38,1 persen).

Keunggulan simulasi Jokowi-Cak Imin juga terlihat dalam skenario pemilu dengan dua pasang kandidat yang dibuat Median.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Lalu Rahadian
(tirto.id - Politik)

Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Yulaika Ramadhani