Menuju konten utama

Survei Charta: Elektabilitas Ahok-Djarot Ungguli Anies-Sandi

Menjelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta Putaran kedua, Lembaga Charta Politika merilis hasil survei tren pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Elektabilitas Ahok-Djarot 43,4 persen ungguli Anies-Sandiaga 41,2 persen.

Survei Charta: Elektabilitas Ahok-Djarot Ungguli Anies-Sandi
Ilustrasi Hasil Survei. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/17.

tirto.id - Menjelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua, Lembaga Charta Politika merilis hasil survei tren pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) 43,4 persen unggul dari pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandiaga) 41,2 persen. Sedangkan responden yang mengaku belum tahu sebanyak 15,2 persen.

Proses pengumpulan data survei ini dilakukan sejak tanggal 7 hingga 12 April 2017 melalui wawancara tatap muka, dengan jumlah sampel sebanyak 782 responden dengan margin of error kurang lebih sebanyak 3,5 persen pada tingkat kepercayaan sebanyak 95 persen.

Selain soal elektabilitas, Charta Politika juga merilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta, hasilnya adalah profil pasangan Ahok-Djarot dinilai baik, dimana sebanyak 71,9 persen responden menyatakan “sangat puas” dan “cukup puas”, sedangkan responden yang menyatakan “kurang puas” dan “tidak puas sama sekali” sebanyak 26,2 persen.

Sementara itu, program kerja Pemprov DKI yang dirasa paling bermanfaat adalah program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dengan prosentase sebesar 30,6 persen disusul program Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada posisi dua dengan prosentase sebesar 23,8 persen.

Dalam survei ini juga menyatakan keinginan masyarakat agar Ahok terpilih kembali sebagai gubernur adalah sebanyak 42,8 persen. Sementara responden yang menyatakan tidak menginginkan Ahok untuk terpilih kembali sebagai gubernur adalah 37,9 persen.

Kemantapan pilihan responden pada calon cagub-cawagub pilihannya juga masuk dalam kategori survei ini. Dari hasil survei Charta Politika tersebut, sebanyak 78,5 persen responden telah menyatakan kemantapan pilihan mereka terhadap Calon Gubernur, sedangkan sebanyak 15,0 persen menyatakan masih mungkin berubah, dan sebanyak 6,5 persen responden tidak menjawab.

Alasan utama responden menjatuhkan pilihan pada Ahok-Djarot adalah karena sudah ada kerja nyata calon tersebut sebanyak 31,9 persen. Sedangkan alasan utama responden memilih pasangan Anies-Sandiaga adalah karena ramah dan sopan sebanyak 22,9 persen.

Faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih gubernur dan wakil gubernur adalah rekam jejak kandidat sebanyak 43,2 persen, program yang ditawarkan 25,3 persen serta kepribadian kandidat sebanyak 25,4 persen.

Survei ini juga menanyakan pada responden mengenai acara debat yang diadakan oleh Metro TV pada 27 Maret 2017 lalu. Hasilnya sebanyak 50,3 persen responden menyaksikan debat tersebut, sedangkan responden yang tidak menyaksikan sebanyak 49,7 persen. Responden juga ditanyakan mengenai paslon mana yang secara umum dinilai lebih baik dibandingkan lawannya dalam debat tersebut, hasilnya adalah Ahok unggul 58,5 persen sedangkan Anies memperoleh sebesar 31,3 persen.

Pasangan calon yang dinilai paling bagus dalam sisi program kerja, Ahok-Djarot unggul dengan memperoleh sebanyak 52,3 persen, sedangkan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 38,5 persen.

Baca juga artikel terkait PILKADA DKI JAKARTA 2017 atau tulisan lainnya dari Yandri Daniel Damaledo

tirto.id - Politik
Reporter: Yandri Daniel Damaledo
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo