Menuju konten utama

Survei: 77% Warga Jerman Takut jika Trump Terpilih

Survei dari lembaga Emnid menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Jerman merasa khawatir jika Trump terpilih sebagai presiden AS.

Survei: 77% Warga Jerman Takut jika Trump Terpilih
Warga mengunakan hak pilihnya saat Pilpres AS. [Foto/nbcnews.com]

tirto.id - Sekitar 77% warga Jerman merasa khawatir jika Donald Trump akhirnya sukses memenangkan pemilihan presiden AS. Selain itu, sejumlah 67% responden mengharapkan supaya ikatan kerja sama mereka dengan AS tidak akan berubah jika Hillary yang terpilih sebagai presiden.

Fakta ini diperoleh dari survei yang dilakukan oleh lembaga Emnid seperti diberitakan oleh Huffington Post.

Ketakutan atas potensi terpilihnya Trump tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat Jerman. Para politisi terkemuka Jerman pun memiliki kekhawatiran yang sama.

“Hal yang paling mengkhawatirkan kami, salah satu dari sekian banyak keresahan kami, adalah sifat Trump yang tidak bisa diprediksi,” tandas Presiden Jerman, Joachim Gauck, seperti diberitakan Spiegel. “Kami tidak bisa membayangkan, apa yang bisa kami harapkan dari Presiden Donald Trump,” imbuhnya.

Jerman adalah salah satu sekutu terbesar Amerika Serikat, baik dalam bidang politik, militer, dan ekonomi. Jerman adalah pasar terbesar keenam bagi produk-produk AS, sekaligus partner dagang terbesar mereka di Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel sendiri beberapa kali diserang oleh Trump, khususnya terkait kebijakannya untuk menerima satu juta pengungsi dari Timur Tengah. Belakangan Trump berusaha mengambil hati Merkel dengan menyebutnya sebagai “pemimpin dunia yang hebat”.

“Terpilihnya Trump sebagai presiden akan mengancam sejarah hubungan baik antara Jerman dan AS,” klaim Norbert Roettgen, anggota partai Merkel, Christian Democratic Union (CDU) dan kepala komite luar negeri di parlemen.

Di sisi lain, Horst Seehofer dari partai Christian Social Union (sister party dari CDU) menyatakan bahwa siapapun yang menang dalam pilpres AS, Jerman akan menerimanya dengan senang hati.

“Jika masyarakat AS telah memilih seseorang dalam pemilihan yang demokratis, maka, para demokrat di Jerman dan Bavaria harus menerimanya,” ujar Seehofer kepada Bild. “Kita tidak bisa seenaknya bertingkah seperti seorang kepala sekolah dari dunia ini,” sindirnya.

Baca juga artikel terkait PILPRES AS atau tulisan lainnya dari Putu Agung Nara Indra

tirto.id - Politik
Reporter: Putu Agung Nara Indra
Penulis: Putu Agung Nara Indra
Editor: Putu Agung Nara Indra