tirto.id - Perum Bulog, ID Food, dan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) memastikan sejumlah stok pangan seperti beras, daging kerbau, hingga gula saat ini sudah mencukupi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, mengatakan, untuk stok beras pada Maret mendatang Bulog akan mengalami surplus produksi beras.
"Maret ini nanti akan ada produksi sebanyak 5,24 juta ton beras. Sementara konsumsi itu sekitar 2,57 juta ton beras. Sehingga Maret ini akan ada surplus sekitar 2,6 juta ton,” kata Suyamto di Kementerian BUMN, Kamis (27/2/2025).
Suyamto menyebut untuk menjaga harga beras tetap stabil selama Ramadhan, Bulog akan melakukan stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen.
“Beras kita melaksanakan stabilisasi di tingkat produsen, petani kita cek harganya. Di konsumen juga kita jaga harganya,” ucap Suyamto.
Sementara itu, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, Sis Apik Wijayanto, mengatakan saat ini, pihaknya sudah mengamankan stok 9 ribu ton daging kerbau. Jumlah ini sudah mencukupi kebutuhan daging kerbau, yakni sekitar 9-10 ribu ton per bulannya.
“Saya sampaikan bahwa kebutuhan daging kerbau kan sekitar 9-10 ribu ton per bulan. Nah, kami saat ini sudah punya stok 9 ribu ton. Tentu juga di luar itu masih ada [stok],” kata Sis Apik di Kementerian BUMN, Kamis (27/2/2025).
ID Food juga telah menerima penugasan importasi daging kerbau untuk memenuhi kebutuhan bulanan masyarakat. Untuk menekan harga, ID Food tengah melakukan negosiasi dengan negara eksportir daging kerbau, salah satunya dari India.
“Jadi, kami sudah menerima itu [penugasan importasi daging kerbau]. Namun demikian, ya, kami juga sedang melakukan negosiasi harga. [Tapi] saya yakin bahwa kebutuhan untuk stok lebaran itu sudah cukup,” ucap Sis Apik.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, mengatakan stok gula dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan.
Saat ini, stok gula kristal putih (GKP) disebut Abdul sudah mencapai 1 juta ton. Sementara itu, kebutuhan bulanan GKP adalah 230 ribu ton. Abdul menyebut masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok gula selama bulan Ramadhan.
“Hari ini gula di Indonesia, gula GKP, ada 1 juta [ton]. Kalau konsumsi per bulan yang 230 [ribu ton], maknanya dalam 4 bulan kita punya stok. Sementara kita 3 bulan lagi sudah mulai giling. Jadi giling itu mungkin Mei dengan produksi sekitar 150-200 ribu,” kata Abdul.
Abdul menjelaskan alasan pemerintah tetap melakukan impor gula. Menurut dia, impor gula dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan stok. Hal ini juga dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa stok gula masih tercukupi.
“[Tapi] kenapa, kok, pemerintah mengimpor? Jadi, ini supaya jangan salah pengertian. Pemerintah ingin memastikan bahwa meskipun kita punya stok tadi, 3 bulan, bahkan hampir 4 bulan, tapi pemerintah perlu menyiapkan kalau terjadi apa-apa. Paling nggak untuk meyakinkan market supaya tidak panik,”tukas dia.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama