Staycation, Solusi Berlibur Praktis dan Hemat

Reporter: Advertorial - 16 Okt 2017 11:30 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Airy memfasilitasi keinginan pelancong Indonesia akan pilihan akomodasi bertarif terjangkau dan nyaman.
tirto.id - Setahun bekerja kita membanting tulang

Inilah waktunya kita berlibur panjang

Melupakan semua problema hati


Penggalan lirik “Vakansi” dari White Shoes & The Couples Company di atas sepertinya tepat menggambarkan bagaimana berlibur telah menjadi gaya hidup sekaligus aktivitas mujarab untuk menghilangkan kepenatan bekerja. Sekarang ini, setiap membuka linimasa media sosial, ada saja teman dan kerabat yang mengunggah foto atau kabar saat mereka melancong, baik untuk urusan pekerjaan maupun murni sebagai penghilang stress.

Akhir tahun lalu, DI Marketing yang berbasis di Jepang melakukan survei tentang pola berwisata orang Indonesia yang melibatkan 1000 responden. Survei tersebut memaparkan, 51 persen orang Indonesia bepergian setidaknya sekali dalam kurun waktu dua sampai enam bulan. Tidak melulu harus ke luar negeri, 88 persen responden justru lebih memilih destinasi lokal.

Selain relatif lebih murah, kendala waktu pun menjadi pertimbangan untuk itu. Menyiasati jatah cuti dan hari libur yang terbatas, 42 persen responden mengaku jika masa berlibur mereka biasanya hanya kurang dari tiga hari, yang umumnya dilakukan di akhir pekan atau tanggal-tanggal “terjepit”.

Di balik antusiasme berlibur yang meningkat, survei ini juga memaparkan beberapa alasan yang membuat orang mengurungkan niat berlibur. Alasan nomor satu adalah masalah finansial di angka 72 persen, disusul kesibukan pekerjaan sebanyak 25 persen. Uniknya, beberapa alasan lain yang juga mencuat adalah kerinduan akan rumah (homesick) sebanyak 5 persen dan sebanyak 4 persen responden malas direpotkan urusan berkemas.

Dari data di atas, staycation tampaknya bisa menjadi alternatif berlibur bagi mereka yang tidak ingin menghabiskan terlalu banyak uang, hari libur yang minim, maupun yang enggan bepergian terlalu jauh dari rumah atau kota kediaman mereka.

Secara etimologi, staycation berasal dari kata “stay” dan “vacation” yang memiliki arti berlibur dengan cara berdiam di rumah atau rekreasi di jarak yang masih dapat ditempuh dalam waktu singkat. Menurut sebuah blog wisata Connecticut, kata “staycation” pertama kali dicetuskan oleh komedian Kanada bernama Brent Butt dalam sebuah episode acara Corner Gas pada 24 Oktober 2005. Namun, situs Merriam-Webster mengungkapkan jika kata ini pertama kali muncul pada iklan satu halaman untuk bir merek Felsenbrau Supreme di publikasi Cincinnati Enquirer bertanggal 18 Juli 1944 yang berbunyi:

Take a Stay-cation instead of a Va-cation, this year.
Cincinnati Enquirer, 18 Juli 1944

Di Amerika Serikat, konsep staycation menjadi populer di tahun 2008 ketika liburan musim panas tahun itu dibuka oleh naiknya harga bensin di Amerika Serikat yang membuat banyak orang harus berpikir dua kali untuk berlibur jarak jauh. Begitu pula di Inggris ketika nilai tukar pound sterling melemah di 2009, banyak warga Inggris yang membatalkan rencana liburan internasional mereka dan memilih berlibur jarak dekat.

Selain staycation, muncul pula istilah “nearcation” dengan konsep yang tidak jauh berbeda. Seperti yang mungkin bisa Anda terka, nearcation berarti liburan ke lokasi yang tidak terlalu jauh dari rumah. “Nearcation” dan “staycation” pada akhirnya bisa digunakan dalam konteks yang sama karena belum ada batas jelas seberapa jauh jarak sebuah destinasi sampai tidak lagi bisa disebut sebagai “staycation”.

Di Indonesia sendiri, staycation belakangan bukan lagi konsep yang asing, terlihat dari banyaknya promo hotel dan agen wisata yang menawarkan paket staycation ataupun weekend getaway alias liburan singkat di akhir pekan. Selain alasan yang sudah disebutkan, staycation juga diminati karena alasan kepraktisan seperti tak perlu repot berkemas, pergi ke bandara, dan terhindar dari jet lag.

Dalam laporan bertajuk “Journey of Me Insights: What Asia Pacific Travellers Want” yang disusun oleh Amadeus bulan Mei lalu, tertulis tiga prioritas utama orang Indonesia saat berlibur: kehematan biaya, kenyamanan, dan keamanan.

Laporan itu juga menyebutkan jika dibanding pelancong di kawasan Asia-Pasifik lainnya, orang Indonesia lebih banyak yang melakukan riset dan memesan akomodasi liburan mereka lewat ponsel (69 persen) dibanding laptop atau komputer desktop. Dengan koneksi internet di genggaman, merencanakan liburan memang menjadi perkara yang terasa lebih mudah dan cepat dari sebelumnya.

Namun, bagaimana dengan risiko penipuan dan promosi yang tidak sesuai kenyataan?

Anda tentu menginginkan akomodasi dengan harga terjangkau, tetapi jika sembrono memilih, bisa saja Anda terdampar di kamar hotel dengan fasilitas seadanya yang justru membuat liburan Anda tidak nyaman. Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Airy datang untuk memberikan solusi.

Bermitra dengan lebih dari 2000 kamar hotel bujet berkualitas yang tersebar di 33 kota, Airy adalah penyedia layanan jaringan akomodasi (Accomodation Network Orchestrator) terbesar di Indonesia yang menawarkan akomodasi bertarif terjangkau dengan standar kenyamanan yang sama untuk semua kamar berlabel Airy di seluruh Indonesia, dari mulai kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Manado hingga kota-kota kecil seperti Toraja, Lombok, dan Pangkal Pinang.

Murah bukan berarti murahan.

Keunggulan Airy dari layanan sejenis adalah 7 Standar Kenyamanan yang diterapkan dalam setiap kamar Airy. Tujuh standar kenyamanan tersebut meliputi: seprai bersih, WiFi gratis, TV layar datar, Air Conditioner (khusus di daerah panas), air hangat, perlengkapan mandi, dan air mineral gratis.

Proses reservasinya pun sangat mudah dengan opsi pembayaran yang fleksibel. Reservasi dapat dilakukan di situs resmi www.airy.com, atau lewat aplikasi Airy yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Aplikasi ini memungkinkan Anda mencari kamar terdekat yang bisa dipesan dan check in di hari itu juga atau reservasi untuk hari yang lain. Di update terbarunya, Anda juga sudah bisa mencari tiket pesawat dengan harga terjangkau di aplikasi yang sama.

Untuk menjamin kepuasan konsumen, layanan pelanggan Airy siap menampung pertanyaan selama 24 jam setiap hari melalui telepon, surel, maupun akun media sosial aktif mereka yang meliputi Facebook, Twitter, dan Instagram.

Bagaimana, sudah siap merencanakan liburan selanjutnya?
(tirto.id - Mild Report)

Reporter: Advertorial
Penulis: Advertorial
Editor: Advertorial

DarkLight