Menuju konten utama

Sri Mulyani Perkirakan Realisasi Belanja APBN 2020 Mentok 96,4%

Sri Mulyani prediksi belanja APBN 2020 tak akan terserap seluruhnya atau hanya mentok di angka 96,4 persen.

Sri Mulyani Perkirakan Realisasi Belanja APBN 2020 Mentok 96,4%
Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan tanggapan pemerintah atas pengesahan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 dalam Rapat Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan belanja APBN 2020 tak akan terserap seluruhnya. Serapan belanja diperkirakan hanya mentok di angka 96,4 persen dengan perkiraan total anggaran yang berhasil diserap mencapai Rp2.639,8 triliun hingga akhir 2020 alias selisih Rp99,4 triliun di bawah pagu belanja Rp2.739,2 triliun.

“Total belanja Rp2.639,8 yang akan tereksekusi dengan asumsi penyerapan belanja negara 96,4 persen,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers Strategi Implementasi APBN 2021, Selasa (1/12/2020).

Sri Mulyani memaparkan pemerintah sudah melakukan realisasi sebanyak Rp1.838,1 triliun sampai Q3 2020. Sampai Oktober 2020 kemarin realisasi baru mencapai Rp2.041,8 triliun atau 74,5 persen dari pagu.

Sri Mulyani memperkirakan selama Q4 yang notabene menjadi kuartal terakhir tahun 2020, ada sekitar Rp798,7 triliun lagi yang masih harus dibelanjakan demi mencapai target akhir tahun 96,4 persen. Rinciannya sekitar Rp421,2 triliun di belanja kementerian/lembaga, Rp243,7 triliun belanja Non KL dan Rp133,8 triliun yang merupakan transfer ke daerah.

Jika berhasil realisasi Q4 ini akan menjadi yang tertinggi selama tahun 2020. Sebab sebelumnya hanya mencapai Rp452,4 triliun (Q1), Rp616,6 triliun (Q2), dan Rp772,2 triliun (Q3).

"Masih ada Rp798,7 triliun anggaran pada APBN yang akan dieksekusi,” ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani berharap pemerintah daerah menggenjot belanjanya juga agar Indonesia tidak kehilangan momentum pemulihan ekonomi. Pasalnya realisasi APBD sendiri secara total baru mencapai Rp678 triliun dari total Rp1.080,7 triliun per Oktober 2020 sehingga ada selisih Rp400 triliun lagi.

Baca juga artikel terkait REALISASI APBN 2020 atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz