Menuju konten utama

Soal Banyak Petugas Pemilu yang Meninggal, Fadli Zon: Ada Keanehan

Hingga Kamis (2/5/1019) malam, KPU telah mencatat ada 4.070 KPPS yang tertimpa musibah, termasuk sakit dan meninggal. 

Soal Banyak Petugas Pemilu yang Meninggal, Fadli Zon: Ada Keanehan
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon DI Gedung DPR. tirto.id/Riyan

tirto.id - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, merasakan adanya keanehan dengan banyaknya Petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia dan sakit saat tengah bertugas. Fadli tak percaya begitu saja dengan alasan kelelahan yang disebut menjadi penyebabnya.

"Ya saya kira itu juga salah satu hal yang sangat aneh, kenapa banyak petugas yang meninggal di dalam proses ini, apa betul karena kelelahan atau ada faktor-faktor lain, atau ada tekanan atau ada yang lain ya karena ini berseliweran juga informasi di masyarakat," ujar Fadli Zon di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mendesak adanya penyelidikan penyebab banyaknya petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dan sakit.

"Saya kira ini bukan hanya sekadar faktor kelelahan ya. Banyak orang yang pekerjaannya lebih lelah, yang dulu bahkan ada kerja paksa segala macam, itu enggak sebanyak ini," ucap Fadli.

Hingga Kamis (2/5/1019) malam, KPU telah mencatat ada 4.070 KPPS yang tertimpa musibah. Jumlah ini terdiri dari 412 orang KPPS yang wafat dan 3.658 KPPS jatuh sakit.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menyerahkan santunan untuk para petugas Pemilu yang meninggal dunia saat bertugas. Hari ini, Jumat (3/5/2019) santunan secara simbolis disampaikan kepada ahli waris dari empat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia di Jakarta Barat dan Tangerang Selatan.

Ketua KPU Arief Budiman, mengatakan santunan untuk empat orang ini diberikan secara tunai. Sementara penyerahan selanjutnya diberikan secara transfer melalui rekening bank ke ahli waris.

"Kami berikan dalam bentuk tunai, untuk yang berikutnya untuk mempercepat mempermudah prosesnya kami akan memberikan langsung melalui rekening. Untuk awal ini kan agak kerepotan kalau mereka diminta untuk membuka rekening, jadi untuk yang awal-awal ini kita berikan secepatnya dalam bentuk tunai," ujar Arief di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (3/5/2019).

Arief meminta para ahli waris atau pun keluarga petugas Pemilu yang memgalami kecelakaan kerja untuk mempersiapkan rekening agar memudahkan penyampaian santunan.

"Kami minta mereka mempersiapkan rekening yang memang berhak untuk menerima santunan yang akan diberikan," jelasnya.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan lainnya dari Bayu Septianto

tirto.id - Politik
Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Alexander Haryanto